Penertiban Bangunan di Mesir Tewaskan Satu Warga, Puluhan Terluka - Kompas.com

Penertiban Bangunan di Mesir Tewaskan Satu Warga, Puluhan Terluka

Kompas.com - 17/07/2017, 10:44 WIB
Presiden Mesir Abdel Fattah el-SisiReuters/Eduardo Munoz Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi

KAIRO, KOMPAS.com – Penertiban bangunan liar di Nil, Mesir, memakan korban. Setidaknya satu orang tewas dan puluhan orang terluka, demikian dilaporkan Reuters, Senin (7/7/2017).

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Mesir menyebutkan, terjadi bentrokan antara warga dan polisi yang terlibat dalam penertiban bangunan ilegal tersebut di pulau al-Warraq, Minggu (16/7/2017.

Kedatangan polisi dikejutkan oleh sebuah demonstrasi. Warga pelanggar batas menembakkan senapan rakitan dan melempar polisi dengan batu.

Petugas yang hendak mengamankan bangunan liar itu pun meresponsnya dengan melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi dan mengendalikan situasi.

Dalam sebuah pernyataan dari kantor kementerian disebutkan, ada 37 polisi dan 19 warga sipil terluka dalam kerusuhan itu.

Baca: Anies Enggan Komentari Penertiban Bangunan Liar di Kolong Tol Kalijodo

Polisi juga langsung menarik diri dari lokasi kejadian demi menghindari terjadinya bentrokan yang lebih parah, yang juga sebagai langkah antisipasi untuk menekan jumlah korban.

"Misi itu gagal dari A-Z ... koordinasi tidak berjalan dengan baik," ujar seorang polisi yang tidak bersedia disebut namanya karena tidak berwenang.

Menurut para penghuni di pulau Warraq, mereka sudah membangun rumah di sana lebih dari tiga dekade lalu.

Warga mengaku lahir dan dibesarkan di pulau tersebut. Mereka juga mengklaim memiliki bukti kuat tentang kepemilikan.

“Orang tua kami juga lahir di sini ... mereka ingin memberikan tanah ini kepada Emirates untuk membangun hotel," kata Marzouk Hany (20), tukang potong daging.

Baca: Setelah Bangunan Liar Ditertibkan, Kolong Tol Seberang Kalijodo

Hany berkabung bersama warga lain karena salah seorang warga, rekannya, tewas akibat bentrokan dengan polisi dan telah dimakamkan.

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi pada Mei 2017 telah memulai kampanye untuk merobohkan ribuan bangunan yang diduga dibangun di tanah milik negara.
Sekitar 90.000 orang tinggal di pulau seluas 5 km2 itu, kata Mahmoud Jaffar Salman, mantan anggota parlemen dari Giza, salah satu daerah di pulau tersebut.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X