Militan Abu Sayyaf Dicurigai Culik Empat Orang di Sulu - Kompas.com

Militan Abu Sayyaf Dicurigai Culik Empat Orang di Sulu

Kompas.com - 16/07/2017, 21:30 WIB
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (kiri tengah) mengenakan topi dan membawa senapan, berjalan bersama anggota tentara.
VOA Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (kiri tengah) mengenakan topi dan membawa senapan, berjalan bersama anggota tentara.

MANILA, KOMPAS.com - Anggota milisi Abu Sayyaf yang bersenjata dicurigai menculik empat pekerja di sebuah sekolah di  provinsi Filipina selatan di mana Presiden Rodrigo Duterte mengunjungi pasukan yang melancarkan serangan terhadap militan, kata para pejabat Minggu (16/7/2017).

Kira-kira 20 militan menerobos masuk ke kompleks sekolah dasar di kota Patikul, Provinsi Sulu, tidak lama setelah Sabtu (15/7/2017) tengah malam.

Mereka lalu menculik 6 orang tukang cat dan tukang kayu, seorang di antaranya berhasil melarikan diri dan memberitahu polisi. Pasukan angkatan darat kemudian menolong seorang pekerja lainnya.

Baca: Abu Sayyaf Ancam Bunuh Sandera WNI, Pemerintah RI Tak Akan Kompromi

Duterte menyematkan medali pada tentara yang luka-luka dalam kunjungan singkat Sabtu malam ke Sulu, provinsi yang mayoritas Muslim kira-kira 950 kilometer di selatan Manila.

Presiden yang suka berbicara lantang itu telah memerintahkan pasukannya menghancurkan militan penuntut uang tebusan, yang masih menyekap kira-kira 25 sandera asing dan Filipina di hutan-hutan Sulu.

Sementara 14 tahanan, termasuk yang dicurigai anggota Abu Sayyaf dan pedagang narkoba, lolos dari rumah tahanan pada Minggu di sebuah gedung baru yang juga tempat markas besar kepolisian dalam kompleks pemerintah di kota besar Jolo, provinsi Sulu, kata polisi.

Tiga orang dari yang melarikan diri itu ditembak mati oleh polisi dan seorang lagi luka kena tembak dan ditangkap.

Tentara membantu polisi melacak selebihnya dengan menggunakan drone militer dan anjing pelacak, kata pernyataan kepolisian. 

Baca: Kemenlu Anggap Serius Ancaman Pembunuhan Empat ABK Charles

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X