Seminggu Dirawat di Singapura, Presiden Mugabe Pulang ke Harare - Kompas.com

Seminggu Dirawat di Singapura, Presiden Mugabe Pulang ke Harare

Kompas.com - 15/07/2017, 20:16 WIB
Foto Robert Mugabe muda menghiasi kue ulang tahun yang disajikan dalam pesta ulang tahun ke-93 sang presiden, Sabtu (25/2/2013).Jekesai NJIKIZANA / AFP Foto Robert Mugabe muda menghiasi kue ulang tahun yang disajikan dalam pesta ulang tahun ke-93 sang presiden, Sabtu (25/2/2013).

HARARE, KOMPAS.com - Presiden Robert Mugabe kembali ke kediamannya di Harare, Zimbabwe, Sabtu (15/7/2017), setelah menjalani serangkaian perawatan medis selama sepekan di Singapura.

Zimbabwe Broadcasting Corporation menyebutkan, Mugabe yang berangkat ke Singapura pada Sabtu pekan lalu, menjalani kontrol medis untuk operasi mata yang dilakukan beberapa tahun lalu.

Perjalanan Presiden berusia 93 tahun itu pun disebut sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin.  

Baca: Presiden Mugabe ke Singapura untuk Cek Kesehatan

Seperti diberitakan AFP, perjalanan Mugabe minggu ini merupakan yang ketiga sepanjang tahun ini.

Disebutkan, Rumah sakit umum di Zimbabwe sering mengalami kekurangan obat dan staf, karena kondisi perekonomian negara itu yang hancur selama bertahun-tahun.  

Partai ZANU-PF di mana Mugabe bernaung, terpaksa menunda sebuah kampanye pada hari Jumat.

Penundaan itu pun melahirkan spekulasi tentang keberadaan Mugabe.  

Baca: Mugabe Menutup Mata Tapi Tak Tidur, Apa yang Terjadi?

Mugabe berkuasa sejak kemerdekaan Zimbabwe dari pemerintahan kolonial Inggris pada tahun 1980.

Kini, dia adalah kandidat presiden partainya untuk pemilihan tahun depan, meskipun ada kekhawatiran tentang masalah usia dan kebugarannya untuk memerintah.

Pada awal tahun 2015, ia tersandung dan jatuh ketika meninggalkan podium setelah berbicara kepada pendukungnya yang berkumpul di bandara Harare.

Saat itu warga datang untuk menyambutnya kembali dari perjalanan luar negeri.

Baca: Rayakan HUT Ke-93, Presiden Mugabe Gelar Pesta Mewah

Pada tahun yang sama ia juga membaca sebuah pidato ke parlemen, tanpa menyadari bahwa ia telah menyampaikan pidato yang sama dengan yang sebelumnya.

Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa, dan istri Mugabe, Grace, dipandang sebagai pesaing potensial untuk mengambil alih pimpinan, jika terjadi Mugawe wafat atau meninggalkan jabatannya.  

Sementara, partai oposisi telah membentuk sebuah koalisi untuk melawan partai Mugabe dalam pemungutan suara tahun depan.

Baca: Mugabe Lelang 300 Ekor Sapi untuk Sumbang Uni Afrika

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X