Museum Bangkrut dan Ditutup, Lokomotif Bersejarah Terpaksa Dilelang - Kompas.com

Museum Bangkrut dan Ditutup, Lokomotif Bersejarah Terpaksa Dilelang

Kompas.com - 14/07/2017, 16:28 WIB
Lokomotif uap tertua 1210 yang beroperasi di Australia dibuat tahun 1878 dan diperbaiki sebagai proyek bicentennial 1988.ABC News: Ian Cutmore Lokomotif uap tertua 1210 yang beroperasi di Australia dibuat tahun 1878 dan diperbaiki sebagai proyek bicentennial 1988.

CANBERRA, KOMPAS.com - Museum kereta api di Canberra ditutup. Akibatnya, banyak kereta api bersejarah akan mulai dilelang bulan depan.

Mantan relawan museum dan penggemar rel bersejarah, Garry Reynolds, khawatir jika sejarah rel kota ini akan hilang bersama dengan penjualan itu.

"Kita berbicara tentang kereta yang membawa tentara turun ke dermaga dan kapal-kapal dalam Perang Dunia I," ujar dia.

"Kemudian di Perang Dunia II, kita berbicara tentang kereta yang membawa tentara ke rumah sakit, dan tentara yang kembali dari hutan Papua dengan kapal.”

"Saya tak bisa cuma duduk dan membiarkan mereka pergi begitu saja."

Museum kehabisan biaya

Tahun lalu, museum ini terpaksa ditutup sementara, setelah terlilit utang lebih dari  500.000 dollar Australia, atau setara dengan Rp 5 miliar.

Berbasis di Kingston, selama 34 tahun, museum ini merupakan rumah bagi lokomotif uap tertua dan terbesar di Australia.

Baca: Demi Mobil Mewah dan Apartemen, Gadis Ini Lelang Keperawanannya

Itu adalah daya tarik yang populer, menawarkan perjalanan dari Canberra dengan kereta uap abad permulaan.

Namun Reynolds mengatakan, perjalanan itu memakan biaya sekitar tiga juta dollar Australia atau setara dengan Rp 30 miliar per tahun. Dana itu dipakai untuk memelihara mesin dan mengelola museum.

Lokomotif ‘City of Canberra’ yang adalah kereta Beyer-Garratt 6029, merupakan lokomotif uap terbesar yang beroperasi di Belahan Bumi Selatan. Lokomotif ini sangat mahal untuk dijalankan.

Kereta Ini mengkonsumsi rata-rata 18 ton batubara dan 40.000 liter air setiap hari, dengan biaya sekitar 10.000 dollar Australia atau setara dengan Rp 100 juta per hari.

Baca: Stallone Akan Lelang Memorabilia dari Film Rocky dan Rambo

Lokomotif ‘City of Canberra’ dipindahkan ke Sydney untuk pemeliharaan, setelah museum ini ditutup tahun 2016.

Hari hilangnya benda bersejarah

"Setelah keputusan Mahkamah Agung pada Jumat (7/7/2017) yang lalu, semuanya akan berakhir," kata Reynolds.

Koleksi bersejarah museum ini akan dilelang pada tanggal 2 Agustus. "Itu hari-H nya," sebut Reynolds.

"Saat itulah banyak barang ini akan pergi, dan pergi selamanya.”

"Ke depan, seseorang akan berkata, 'apa yang mereka lakukan? Mereka tahu ini adalah warisan penting, tapi tidak ada yang melakukan apa pun dan itu hilang, hilang selamanya'."

Pada tahun 2016, museum ini terpaksa menyatakan diri bangkrut karena tak bisa membiayai semua keperluan operasional.

Menjual warisan Canberra

Reynolds mengatakan, organisasi yang dikelola secara sukarela hanya bisa berbuat sedikit untuk menyelamatkan museum itu.

"Kami mencoba sebagai individu untuk mendesak pemerintah, tapi pastilah karena cuaca dingin di Canberra -mereka tak mau bergerak agar tetap hangat.”

"Mereka tak terlihat tertarik untuk membeli beberapa kepemilikan ini atas nama masyarakat. Beberapa dari gerbong ini berusia 110 tahun."

"Dan, kemungkinan besar mereka akan menghilang, dan muncul sebagai penginapan atau taman bermain anak di suatu tempat."

"Ini adalah bagian dari cerita inti Canberra yang kami jual di sini."

Reynolds mengatakan, ia berharap organisasi lokal mungkin tertarik untuk membeli beberapa gerbong kereta.

"Saya ingin melihat sejarah lokal yang berharga ini tetap tinggal di Canberra. Mungkin ada perusahaan di sini yang mengatakan, 'inilah kesempatan untuk membuat perbedaan nyata dan menjamin warisan Canberra',” cetusnya.

"Para kreditur memang perlu dibayar, tapi ada beberapa gerbong yang memiliki banyak koneksi ke sejarah Australia yang perlu dijaga."

"Kita akan merasa bersalah di masa depan jika kita membiarkan ini pergi," ungkapnya lagi.

Baca: Mugabe Lelang 300 Ekor Sapi untuk Sumbang Uni Afrika

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM