Tentara Irak Diduga Lemparkan Anggota ISIS ke Jurang Hidup-hidup - Kompas.com

Tentara Irak Diduga Lemparkan Anggota ISIS ke Jurang Hidup-hidup

Kompas.com - 14/07/2017, 13:24 WIB
Seorang anggota pasukan Irak sedang berpatroli di sekitar Kota Tua, distrik terakhir kota Mosul yang masih dikuasai ISIS,AHMAD AL-RUBAYE / AFP Seorang anggota pasukan Irak sedang berpatroli di sekitar Kota Tua, distrik terakhir kota Mosul yang masih dikuasai ISIS,

MOSUL, KOMPAS.com - Sejumlah video yang memperlihatkan 'perlakuan ekstrem' yang diduga dilakukan aparat keamanan Irak terhadap orang-orang yang dianggap terkait ISIS tersebar di dunia maya.

Beberapa video terbaru menunjukkan sejumlah pria berseragam tentara Irak menyeret dan  melempar seorang tersangka ke dalam jurang.

Tak cukup dengan melempar orang itu ke jurang, sekelompok orang itu kemudian menembaki jenazah orang tersebut setelah sampai di dasar jurang.

Editor BBC untuk kawasan Timur Tengah, Sebastian Usher, mengatakan aksi mereka mungkin saja sebagai balasan atas aksi serupa yang pernah dilakukan ISIS.

Baca: Mosul Dibebaskan, ISIS Pindah ke Tal Afar

Ia mengatakan, sebelumnya beredar video yang direkam dengan menggunakan telepon genggam yang memperlihatkan 'kekejaman atau aksi brutal yang diduga dilakukan aparat keamanan Irak'.

Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan mereka sedang menyelidiki video ini dan menyatakan siapa pun yang bertanggung jawab akan diajukan ke pengadilan.

Organisasi Human Rights Watch (HRW) mengatakan, mereka menerima banyak kesaksian tentang penyiksaan dan pembunuhan di tanpa proses hukum.

Kondisi ini disebut HRW sebagai indikasi kuat terjadinya impunitas di kalangan tentara Irak di Mosul.

Sementara itu pantauan BBC Monitoring menunjukkan pergeseran naratif dari saluran media ISIS seiring dengan kekalahan yang mereka alami di Mosul.

Kota di Irak utara ini mereka rebut pada 2014 dan sejak itu dipakai sebagai basis utama. Dari sini pula mereka mengumumkan beridirinya 'Kekhalifahan Islam' dengan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pemimpin.

ISIS mengatakan, akan menjadikan Mosul sebagai kuburan bagi musuh yang ingin merebut kota itu dari tangan mereka.

Namun, sejak posisi-posisi mereka terdesak di Mosul, media massa milik ISIS mengatakan bahwa 'keyakinan terhadap ajaran agama jauh lebih penting daripada kehilangan wilayah'.

Mereka juga mengatakan kawasan Kota Tua Mosul menjadi kuburan bagi warga sipil yang menjadi 'korban pengeboman koalisi pimpinan Amerika Serikat'.

ISIS dianggap menyebarkan narasi bahwa kelompok yang memerangui mereka adalah bagian perang global terhadap Islam Sunni.

Baca: Setelah Mosul Direbut Kembali, Berakhirkah Perang Melawan ISIS?

EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X