Hindari Pasukan Irak, Ratusan Anggota ISIS Terjun ke Sungai Tigris - Kompas.com

Hindari Pasukan Irak, Ratusan Anggota ISIS Terjun ke Sungai Tigris

Ervan Hardoko
Kompas.com - 09/07/2017, 10:57 WIB
Seorang prajurit Irak mengacungkan jari membuat tanda V atau kemenangan sambil mengawasi posisi pasukan ISIS di Kota Tua Mosul. AHMAD AL-RUBAYE/ AFP Seorang prajurit Irak mengacungkan jari membuat tanda V atau kemenangan sambil mengawasi posisi pasukan ISIS di Kota Tua Mosul.

MOSUL, KOMPAS.com - Para anggota ISIS yang kian terpojok di kota Mosul mengerahkan senjata pamungkas mereka yaitu pasukan pengebom bunuh diri.

Di sisi lain, ratusan anggota ISIS nekat menceburkan diri ke Sungai Tigris untuk menghindari pasukan Irak yang terus merangsek maju, Sabtu (8/7/2017).

Sejumlah komandan lapangan AD Irak mendeklarasikan Mosul tak lama lagi akan mereka kuasai sepenuhnya sekaligus mengakhiri perang kota terbesar sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Meski ISIS menyatakan akan mempertahankan posisinya hingga mati tetapi para personel militer Irak yang berada di jalanan Kota Tua Mosul sudah merayakan kemenangan.

Baca: Rebut Masjid Agung Nuri di Mosul, Irak Nyatakan ISIS Sudah Hancur

Para prajurit Irak merobek bendera hitam ISIS, yang dikibarkan di Mosul tiga tahun lalu itu, sebagai bentuk dari luapan kegembiraan.

Puluhan anggota ISIS tewas dan sisanya berusaha melarikan diri dengan cara berenang menyeberangi Sungai Tigris yang membelah kota Mosul.

Stasiun televisi Irak menyebut, para anggota ISIS yang bertahan hingga titik darah penghabisan justru para pejuang asingnya.

Sejumlah komandan lapangan Irak mengatakan, anggota ISIS yang tersisa mempertahankan setiap meter wilayahnya dengan menggunakan para sniper, granat, dan pengebom bunuh diri.

Kondisi ini memaksa pasukan Irak melakukan pertempuran dari rumah ke rumah di kawasan padat yang dibelah banyak gang-gang sempit itu.

"Pertempuran sudah mencapai fase pengejaran para anggota pemberontak di distrik terakhir. Sejumlah anggota Daesh (ISIS) sudah menyerah," demikian pernyataan militer Irak.

Kejatuhan Mosul, yang dijadikan ISIS sebagai ibu kota Kekalifahannya di Irak, merupakan langkah besar dalam kampanye militer untuk menghancurkan kelompok teror itu.

Operasi militer yang didukung AS ini berlangsung selama sembilan bulan dan sangat brutal karena menewaskan ribuan orang di pihak tentara, ISIS, maupun warga sipil.

Dan yang paling menderita dalam pertempuran ini adalah warga sipil yang terjebak di antara baku tembak dalam kondisi yang sangat mengenaskan.

Seringkali warga sipil yang terjebal itu harus berjalan keluar dari reruntuhan kediaman mereka menuju ke arah pasukan Irak yang menunggu di dekat masjid Al-Nuri tempat Abu Bakr al-Baghdadi memproklamasikan kekalifahannya.

Baca: UNHCR: ISIS Pakai 100.000 Warga di Mosul Jadi "Perisai Manusia"

Hampir satu juta warga sipil kehilangan tempat tinggal akibat pertempuran memicu sebuah bencana kemanusiaan yang bahkan membuat PBB bertekuk lutut.

Sejak menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah tiga tahun lalu, ISIS sudah kehilangan 70 persen wilayahnya di Irak dan 50 persen di Suriah.

Di Suriah, pasukan koalisi Kurdi dan Arab yang didukung AS kini tengah menggempur kota Raqqa yang oleh ISIS digunakan sebagai ibu kota kekalifahan.

PenulisErvan Hardoko
EditorErvan Hardoko
SumberTelegraph
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM