Gerbang Rumah Dinas Presiden Brasil Roboh Ditabrak Pengendara Mobil - Kompas.com

Gerbang Rumah Dinas Presiden Brasil Roboh Ditabrak Pengendara Mobil

Kompas.com - 29/06/2017, 11:41 WIB
AP/Silvia Izquierdo Seorang demonstran memegang kertas bertuliskan Temer Keluar (Fora Temer) dalam protes melawan Presiden Brazil Michel Temer di pantai Copacabana beach, Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (4/9/2016) atau Senin (5/9/2016)

SAO PAULO, KOMPAS.com - Seorang pengemudi menubrukkan mobilnya ke gerbang rumah dinas kepresidenan Brasil, Rabu (28/6/2017), waktu setempat, namun kemudian ditangkap, kata pasukan keamanan.

Saat kejadian, Presiden Michel Temer sedang tidak berada di tempat, sebagaimana dilaporkan BBC News, Kamis (29/6/2017) WIB.

Temer tinggal di sebuah rumah dinas lainnya, yakni di Jaburu, kurang dari satu mil dari Alvorada, rumah dinas yang diserang.

Kedua rumah dinas itu sama-sama berada di Brasilia, ibu kota Brasil. Petugas keamanan memberikan tembakan peringatan dan menembak ke arah kendaraan yang tidak bersedia dihentikan.

Baca: Demo Warga Brasil Tuntut Presiden Temer Mundur

Petugas kemudian menangkap pengemudinya, yang ternyata masih belia. Dia ditangkap dalam kondisi stabil, tidak terluka, dan mobilnya berhenti di halamanan kediaman presiden di Alvorada.

Media lokal Brasil menanyangkan gambar atau foto yang memperlihatkan daung pintu gerbang tergeletak di tanah dan sejumlah selongsong peluru berserakan di lantai di luar rumah dinas.

Akses menuju kawasan itu ditutup setelah kejadian.  Temer mendapat peringkat persetujuan paling rendah dibanding para presiden Brasil lain dalam 30 tahun terakhir, yaitu hanya tujuh persen.

Baca: Ricuh, Aksi Protes ke Presiden Brasil Michel Temer

Peringkat Temer itu disiarkan pekan lalu oleh sebuah lembaga pemeringkat lokal, Datafolha.

Temer pada Senin (26/6/2017) dituduh menerima suap oleh jaksa penuntut umum Rodrigo Janot dan Mahkamah Agung Brasil mengirimkan dakwaan ke Kongres, Rabu (28/6/2017).

Langkah tersebut bisa mengancam Temer dari posisi nyamannya sebagai orang nomor satu Brasil, yang dapat membuatnya terpental dari kursi kepresidenan.


EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Terkini Lainnya

Disebut Paling Disetujui Jadi Cawapres Prabowo, Bagaimana Tanggapan Anies?

Disebut Paling Disetujui Jadi Cawapres Prabowo, Bagaimana Tanggapan Anies?

Megapolitan
Jelang Tanding Lawan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Tinjau Danau Sunter

Jelang Tanding Lawan Sandiaga, Susi Pudjiastuti Tinjau Danau Sunter

Megapolitan
Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi

Usung Jokowi sebagai Capres, PDI-P Jalin Komunikasi dengan Parpol Luar Koalisi

Nasional
Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto Bisa Dilintasi, Keberangkatan dari Stasiun Senen Berangsur Normal

Jalur Kereta Cirebon-Purwokerto Bisa Dilintasi, Keberangkatan dari Stasiun Senen Berangsur Normal

Megapolitan
Nyatakan Cinta ke Penumpang di Bawah Umur, Sopir Taksi Dideportasi

Nyatakan Cinta ke Penumpang di Bawah Umur, Sopir Taksi Dideportasi

Internasional
Simpati Dua Calon Gubernur Jateng untuk Korban Longsor Brebes

Simpati Dua Calon Gubernur Jateng untuk Korban Longsor Brebes

Regional
Anwar Fuady: Omong Kosong Narkoba untuk Menambah Kreativitas Artis

Anwar Fuady: Omong Kosong Narkoba untuk Menambah Kreativitas Artis

Nasional
Digugat Konsumen Reklamasi, Begini Tanggapan Gubernur Anies

Digugat Konsumen Reklamasi, Begini Tanggapan Gubernur Anies

Megapolitan
'Buat Apa Jadi Pemimpin kalau Rakyatnya Pecandu Semua...'

"Buat Apa Jadi Pemimpin kalau Rakyatnya Pecandu Semua..."

Nasional
Puan: Kriteria Cawapres Jokowi Sudah Ada

Puan: Kriteria Cawapres Jokowi Sudah Ada

Nasional
Selidiki Tewasnya Mantan Wakapolda, Polisi Terjunkan Anjing Pelacak

Selidiki Tewasnya Mantan Wakapolda, Polisi Terjunkan Anjing Pelacak

Regional
Kedubes AS di Israel akan Dipindahkan ke Yerusalem Bulan Mei

Kedubes AS di Israel akan Dipindahkan ke Yerusalem Bulan Mei

Internasional
Antisipasi Peredaran Narkoba, Kompolnas Minta Polisi Perairan Diperkuat

Antisipasi Peredaran Narkoba, Kompolnas Minta Polisi Perairan Diperkuat

Nasional
Jokowi Diminta Terbitkan Peraturan yang Beri Kewenangan Lebih untuk BNN

Jokowi Diminta Terbitkan Peraturan yang Beri Kewenangan Lebih untuk BNN

Nasional
Dilaporkan ke Polisi, Anies Bilang 'Tentu Ada Masalah Saat Tegakkan Keadilan'

Dilaporkan ke Polisi, Anies Bilang "Tentu Ada Masalah Saat Tegakkan Keadilan"

Megapolitan

Close Ads X