Gadis Berhijab Dibunuh di Perjalanan Pulang dari Masjid - Kompas.com

Gadis Berhijab Dibunuh di Perjalanan Pulang dari Masjid

Kompas.com - 19/06/2017, 23:20 WIB
Saif Dahlah/AFP/Getty Ibu dari korban, Nabra Hassanen, yakin bahwa putrinya itu dibunuh karena cara dia berpakaian sebagai seorang Muslim.

RESTON, KOMPAS.com -  Polisi menuduh Darwin Martinez Torres (22) melakukan pembunuhan terhadap seorang gadis remaja, Nabra Hassanen, yang mayatnya ditemukan di kolam di Sterling, Amerika Serikat.

Korban, gadis remaja berusia 17 tahun, itu diserang dan dibunuh pada Minggu (18/6/2017), dini hari, saat berjalan pulang ke rumah setelah sholat di sebuah masjid dekat Washington.

Kematian Nabra, warga Reston, Virginia utara, mengejutkan masyarakat setempat. Polisi telah menangkap Torres sebagai tersangka pembunuh Nabra.

Harian Washington Post edisi Senin (19/6/2017) melaporkan, kejahatan karena kebencian adalah salah satu motif yang paling mungkin sehingga polisi terus mendalaminya.

Baca: Minoritas Muslim Fort Pierce Jadi Sasaran Kebencian dan Kekerasan

Ibu Nabra, Sawsan Gazzar, mengatakan kepada surat kabar tersebut, “Saya kira itu berkaitan dengan cara dia berpakaian. Fakta bahwa dia adalah seorang Muslim. Kenapa membunuh anak kecil? Apa yang dilakukan putri saya sehingga dia harus diperlukan seperti itu."

Masjid “All Dulles Area Muslim Society” (Adams) di Sterling, yang terbesar di Virginia utara, mengadakan takbiran dan sholat berjemaah tengah malam selama bulan Ramadan.

Namun gadis remaja tersebut dilaporkan termasuk di antara empat atau lima remaja yang meninggalkan masjid lebih awal pada Minggu dini hari.

Bukan hal yang aneh jika para jemaah berjalan di waktu malam di lingkungan tersebut, yang memang biasanya aman.

Sebuah pernyataan polisi wilayah Fairfax mengatakan, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa korban sedang bepergian dengan teman-temannya ketika mereka terlibat perselisihan dengan seorang pria di dalam mobil yang ditumpangi.

“Tampaknya tersangka, Darwin A Martinez Torres (22), warga Sterling, turun dari mobilnya dan menyerang korban.”

Baca: Aksi Kebencian Merebak di AS, Para Mahasiswi Minoritas Jadi Korban Kekerasan

Tak lama setelahnya, teman-temannya tidak bisa menemukannya dan polisi dipanggil untuk membantu menemukan gadis malang itu.

Sebuah helikopter polisi, petugas patroli, regu pencari dan penyelamat ikut melacak keberadaan gadis tersebut.

Jasad gadis remaja itu ditemukan di kolam setelah beberapa jam pencarian dengan sebuah tongkat baseball tergeltak di sampingnya. 

Teman-teman Nabra mengatakan bahwa penyerang tersebut telah memukul korban dengan tongkat pemukul baseball pada mereka.

Arsalan Iftikhar, pengacara dan penulis hak asasi manusia, mengatakan kepada Washington Post bahwa dia dan istrinya berada di masjid tersebut pada waktu yang sama dengan Nabra dan bahwa kematiannya telah mengejutkan masyarakat setempat.

"Orang-orang ketakutan, terutama orang-orang Islam yang memiliki anak gadis," katanya seperti dikutip harian tersebut.

Baca: Tokoh Kristen Australia Serukan Penghentian Kebencian terhadap Islam

Saat melacak keberadaan korban, "Seorang petugas melihat mobil yang dikemudikan oleh orang yang dicurigai di daerah tersebut," tambah pernyataan tersebut.

"Pengemudi, yang kemudian diidentifikasi sebagai Martinez Torres, ditahan sebagai tersangka."

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X