Portugal Umumkan Tiga Hari Berkabung Nasional setelah 62 Orang Tewas - Kompas.com

Portugal Umumkan Tiga Hari Berkabung Nasional setelah 62 Orang Tewas

Kompas.com - 19/06/2017, 19:40 WIB
Reuters/Rafael Marchante Petugas pemadam kebakaran Portugal bersiaga di kawasan hutan dekat dekat Bouça.

LISBON, KOMPAS.com -  Setelah 62 orang tewas akibat kebakaran hebat di wilayah Pedrogao Grande, Portugal, pemerintah negara itu pada Senin (19/6/2017), mengumumkan dimulainya masa berkabung nasional selama tiga hari.

Menurut The Guardian, hingga berita ini diturunkan pada Senin siang waktu Portugal atau Senin sore WIB, lebih dari 1.500 petugas pemadam kebakaran masih berjuang untuk mengendalikan kebakaran.

Selain jatuhnya korban jiwa, kebakaran dan asap yang ditimbulkan kobaran api yang melalap kawasan hutan sejak Sabtu lalu telah menyebabkan puluhan orang dirawat.

Perbukitan Pedrogao Grande, yang terletak 150 hingga 200 km dari Lisbon, ibu kota Portugal, yang padat dengan pepohonan dan vegetasi lainnya telah hangus dilalap api.

Baca: Sudah 62 Orang Tewas, Kebakaran Masih Sulit Dikendalikan

Pemerintah mengumumkan dimulainya tiga hari berkabung nasional di saat mereka sedang menunggu bantuan air yang diangkut dengan pesawat dari Spanyol, Perancis, dan Italia.

Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga berjanji untuk menyediakan berbagai bantuan yang diperlukan oleh Portugal demi mengatasi kebakaran terburuk dalam sejarah negara itu.

Hujan ringan sempat turun pada Senin pagi, yang membawa sedikit bantuan untuk mengurangi kobaran api, cukup membantu petugas pemadam kebakaran yang sedang kelelahan.

Pesawat pengakut air untuk hujan buatan, termasuk pesawat Perancis dan Spanyol, melanjutkan misi mereka setelah sempat berhenti semalaman.

"Masih banyak hutan yang bisa terbakar dan hujan tidak banyak membantu," kata Rui Barreto, wakil kepala layanan pemadam kebakaran di pusat penanggulanan darurat di Pedrogao Grande, demikian dilaporkan Reuters.

Petugas  pemadam kebakaran mengatakan bahwa kondisi cuaca panas memperburuk upaya pemadaman karena api masih terus berkobar.

Baca: Korban Tewas Kebakaran Hutan di Portugal Jadi 57 Orang

Meskipun pemerintah menjamin bahwa respons pertama layanan darurat sangat cepat dan memadai, banyak media dan warga mempertanyakan efisiensi operasi pemadaman kebakaran.

Polisi  Portugal mengatakan, sambaran petir hari Sabtu diduga menjadi penyebab  kebakaran hutan di daerah Pedrogao Grande. Penyidik menemukan sebuah pohon yang hangus terkena petir.

Banyak korban tewas di dalam mobil mereka saat berusaha melarikan diri dari kobaran api, dan diduga mereka menderita sesak napas akibat asap.

Selain 62 orang tewas, petugas melaporkan lebih dari 60 orang juga terluka dan dirawat, termasuk 18 orang yang dilarikan ke rumah sakit di Lisbon, Porto dan Coimbra.

Lima di antara yang dirawat itu, yakni empat petugas pemadam kebakaran dan seorang anak, berada dalam kondisi kritis.

Perdana Menteri Portugal, António Costa, mengatakan, korban tewas kemungkinan bertambah karena petugas pemadam kebakaran masih terus mencari korban di kampung-kampung yang terjebak asap dan api.

Costa menyebut  kebakaran hutan itu sebagai "tragedi terbesar yang kita saksikan di negara kita selama puluhan tahun."

Baca: Dari Pepe dan Quaresma untuk Korban Kebakaran Hutan di Portugal

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X