Jemaah Masjid Jadi Sasaran Serangan di Finsbury Park, PM May Bereaksi - Kompas.com

Jemaah Masjid Jadi Sasaran Serangan di Finsbury Park, PM May Bereaksi

Kompas.com - 19/06/2017, 10:29 WIB
AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS Aparat Kepolisian Kota London menjaga sebuah jalan di sekitar Finsbury Park, di utara kota itu, setelah insiden penabrakan mobil ke arah jemaah masjid, Senin dini hari (19/6/2017).

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Theresa May, langsung bersuara terkait insiden mobil yang menabraki para pejalan kaki di dekat masjid di kawasan Finsbury Park, London, Senin dini hari (19/6/2017).

PM May mengaku prihatin, dan seluruh perhatiannya tertuju kepada warga yang menjadi korban dalam aksi yang diduga memang menyasar jemaah masjid usai ibadah malam. 

"Ini adalah insiden yang mengerikan," kata May dalam sebuah pernyataan melalui surat elektornik yang dilansir Reuters.

"Semua pikiran saya ada pada mereka yang telah terluka, orang yang mereka cintai, dan petugas darurat di tempat kejadian," kata dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebuah van menabraki para pejalan kaki di Finsbury Park, London Utara.

Serangan itu diduga menyasar jemaah masjid yang baru selesai menjalankan ibadah malam di bulan Ramadan.

Baca: Sejak Teror di London Bridge, Serangan Anti-Muslim Naik 5 Kali Lipat

"Kami diberitahu bahwa sebuah van telah menabraki jamaah saat mereka meninggalkan Masjid #FinsburyPark. Doa kami bersama para korban," ungkap Dewan Muslim Inggris (MCB) dalam sebuah unggahan di Twitter.

Harun Khan, Kepala MCB, mengatakan, van itu sengaja menyasar orang-orang yang baru selesai melakukan shalat malam.

Masjid tersebut berada di dekat Jalan Seven Sisters, dan pernah terkenal sebagai tempat berkumpulnya kelompok Muslim radikal.

Namun, belakangan ini, tempat tersebut telah berubah di bawah manajemen baru.

Mantan Imam masjid tersebut, Abu Hamza dipenjara seumur hidup di New York, Amerika Serikat, dengan tuduhan terorisme pada tahun 2015.

Dia berkhotbah di sana dari tahun 1997-2003 hingga dipenjara karena menghasut kekerasan. Setelah itu, dia diekstradisi ke AS.

Pada tahun 2015, masjid tersebut merupakan satu dari sekitar 20 masjid yang ambil bagian dalam acara yang diselenggarakan MCB, untuk mempromosikan pemahaman Islam yang lebih baik.

Acara itu digelar setelah serangan teroris di Kota Paris, Perancis.

Terlepas dari perubahan kepemimpinan dan fokus baru dalam hubungan masyarakat, masjid tersebut menerima serangkaian email dan surat ancaman setelah serangan di Paris.

Pihak Kepolisian Kota London memastikan, satu orang telah ditangkap dalam insiden yang melukai beberapa orang.

Kantor berita AFP mengabarkan, peristiwa itu terjadi pada 00.20 tengah malam, atau pukul 06.20 WIB.

Baca: Mobil yang Tabraki Pejalan Kaki di London Diduga Sasar Jemaah Masjid

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar