Serangan Terbesar Teroris yang Hantam Afrika Sejak 2015 - Kompas.com

Serangan Terbesar Teroris yang Hantam Afrika Sejak 2015

Kompas.com - 19/06/2017, 07:11 WIB
VIA DAILY MAIL Ledakan di Splendid Hotel di Ibu Kota Burkina Faso, Ouagadougou, Jumat malam (15/1/2016).

KOMPAS.com - Serangan teror terjadi di sebuah resor wisata di Mali, yang biasa dikunjungi orang-orang asing, pada Minggu (18/6/2017).

Serangan yang diawali dengan penyanderaan dan menyebabkan setidaknya dua orang tewas ini merupakan aksi teroris terbaru di Afrika.

Sebelum ini, telah terjadi gelombang serangan teroris yang menyasar penduduk lokal dan turis asing di sana. 

Berikut ini adalah gambaran umum dari serangan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang dilansir AFP, Senin (19/6/2017).

Sebagian besar aksi teror itu diklaim dilakukan oleh kelompok jihad.

2017

18 Juni: Setidaknya dua orang terbunuh saat tersangka teroris menyerbu resor wisata Kangaba, di pinggiran Ibu Kota Mali, Bamako. Lebih dari 30 sandera dibebaskan.

14 Juni: Enam orang tewas setelah seorang pengebom mobil bunuh diri menargetkan restoran Posh Treats yang populer di Ibu Kota Somalia, Mogadishu.

Shabaab yang terkait dengan Al-Qaeda mengaku bertanggung jawab dalam serangan ini.

2016

13 Maret: Sedikitnya 14 warga sipil dan dua anggota tentara pasukan khusus tewas ketika orang-orang bersenjata menyerbu resor pantai Pantai Grand-Bassam di Pantai Gading.

Baca: Al Qaeda Serang Resor Wisata di Pantai Gading, 16 Tewas

Seorang warga Perancis dan satu warga Jerman termasuk di antara korban yang tewas.

Afiliasi Al-Qaeda Afrika Utara mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

15 Januari: Tiga puluh orang terbunuh, termasuk banyak orang asing, dalam sebuah serangan di sebuah hotel Burkina Faso dan sebuah restoran terdekat di Ibu Kota Ouagadougou.

Kelompok sayap ISIS mengklaim serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa orang-orang bersenjata tersebut berasal dari kelompok Al-Murabitoun, ekstremis Aljazair Mokhtar Belmokhtar.

2015

20 November: Orang-orang bersenjata membawa tamu dan staf menyandera hotel mewah Radisson Blu di Bamako, dalam sebuah pengepungan yang menyebabkan setidaknya 20 orang tewas, termasuk 14 warga asing.

Serangan tersebut kemudian diklaim oleh Sayap ISIS, yang mengatakan bahwa pihaknya merupakan operasi gabungan dengan kelompok Al-Murabitoun.

Kelompok jihad lainnya dari Mali tengah, Front Pembebasan Macina, juga mengklaim bertanggung jawab.

31 Oktober: Sebuah jet penumpang Rusia jatuh dalam perjalanan dari resor Sharm el-Sheikh Mesir ke Saint Petersburg, menewaskan 224 orang yang berada di dalam pesawat. 

Baca: Sudah 150 dari 224 Jenazah Penumpang Pesawat Rusia Ditemukan

Kelompok teroris ISIS di Mesir mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Sementara, Rusia mengonfirmasikan kecelakaan itu disebabkan oleh bom.

8 Agustus: Pasukan bersenjata Malia menyerbu Hotel Byblos di pusat negara tersebut, mengakhiri penyanderaan oleh orang-orang bersenjata yang menewaskan sedikitnya 12 orang termasuk empat staf asing PBB.

26 Juni: Tiga puluh warga Inggris termasuk di antara 38 turis asing yang tewas dalam serangan senjata dan granat di sebuah resor pantai dekat Kota Sousse di Tunisia.

Serangan tersebut diklaim oleh kelompok ISIS.

18 Maret: Orang-orang bersenjata membunuh 21 turis dan seorang polisi di Museum Bardo di Tunis, dalam serangan lain di Tunisia yang juga diklaim oleh ISIS.

7 Maret: Sebuah serangan granat dan senapan di klub malam La Terrasse yang populer di Bamako, membunuh lima orang, - tiga orang Mali, seorang Belgia, dan seorang Perancis.

Serangan tersebut diklaim oleh kelompok Al-Murabitoun.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM