Tentara Irak Luncurkan Serangan Terakhir ke Kota Tua Mosul - Kompas.com

Tentara Irak Luncurkan Serangan Terakhir ke Kota Tua Mosul

Kompas.com - 18/06/2017, 18:23 WIB
AHMAD AL-RUBAYE / AFP Beberapa anggota militer Irak beristirahat sejenak dalam gerak maju merebut kota Mosul dari tangan ISIS.

MOSUL, KOMPAS.com - Pasukan Irak melancarkan serangan ke kota tua Mosul, bagian terakhir kota itu yang masih dikuasai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pasukan khusus bergerak maju dari arah barat sementara polisi dari bagian selatan. Demikian pernyataan militer Irak.

Sementara itu, PBB menyakini sekitar 100.000 warga sipil terjebak di kawasan kota tua. Mereka telah diserukan untuk meninggalkan kawasan itu sebisa mungkin.

Baca: UNHCR: ISIS Pakai 100.000 Warga di Mosul Jadi "Perisai Manusia"

PBB menyebut, sekitar 230 orang warga sipil telah terbunuh di Mosul barat dalam dua pekan terakhir.

Sebagian warga tewas akibat serangan udara dan serangan roket, dan lainnya ditembak mati para penembak jitu ISIS saat warga sipil mencoba keluar dari kawasan yang dikuasai ISIS.

Kepada BBC, militer Irak mengatakan, mereka tidak mengetahui pasti jumlah militan ISIS yang bersembunyi di dalam kawasan kota tua.

Warga yang berhasil lolos menggambarkan beratnya keadaan di kawasan itu dan banyak orang kehabisan makanan dan air.

Berbagai satuan pasukan keamanan Irak merayap makin dekat dari semua sisi. Mereka tidak akan bisa berhenti sampai mereka merebut kembali Kota Tua.

Meskipun sumber Irak dan koalisi mengatakan ada 'koridor kemanusiaan' di sepanjang sungai, tetapi jumlah orang yang masih berada di dalam kota tua masih sangat banyak.

Kondisi ini berarti akan jatuh korban besar baik warga sipil, pasukan Irak dan para anggota ISIS yang masih bertahan.

Bagi pemerintah Irak, merebut kembali Kota Tua sama seperti melintasi garis finish. Gambar pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi yang berbicara di Masjid Nuri tiga tahun yang lalu menciptakan pencitraan yang sangat kuat.

Pasukan Irak ingin foto-foto Al-Baghadai diganti dengan gambar lain apakah itu kibaran bendera atau pasukan Irak berfoto-foto selfie di tempat yang sama.

Jika kota tua sudah direbut, pertempuran masih akan berlanjut. Kawasan antara Mosul dan perbatasan Suriah harus diamankan. Sedangkan kota Hawija, yang terletak antara Baghdad dan Mosul, masih dikuasai ISIS.

Serangan yang didukung AS untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua Irak, memasuki bulan kesembilan. Pasukan Irak merebut kembali bagian timur kota tersebut pada bulan Oktober.

Baca: Pasukan Irak Berjuang Merebut Kantung Terakhir ISIS di Mosul

Ribuan pasukan keamanan Irak, pejuang Peshmerga Kurdi, anggota milisi Sunni Arab, dan Syiah, dibantu pesawat tempur dan pensaihat militer koalisi pimpinan AS, terlibat dalam serangan tersebut.

ISIS menyerbu Mosul pada Juni 2014, meluluh-lantakkan tentara Irak, dan tak lama kemudian mengumumkan berdirinya kekhalifahan di wilayah yang kemudian mereka kuasai.

EditorErvan Hardoko
Komentar