Tentara AS Dituduh Tembak Mati Ayah dan 2 Anaknya di Afganistan - Kompas.com

Tentara AS Dituduh Tembak Mati Ayah dan 2 Anaknya di Afganistan

Kompas.com - 12/06/2017, 19:56 WIB
. .

JALALABAD, KOMPAS.com - Seorang ayah dan dua anaknya tewas, ketika tentara Amerika Serikat melepaskan tembakan, usai konvoi mereka menabrak bom pinggir jalan di  Afganistan.

Warga sipil dan dua anaknya yang berumur tujuh dan 10 tahun itu tewas di dekat rumah mereka di Provinsi Nangarhar, Afganistan timur.

Di lokasi itu, pasukan AS melakukan operasi gabungan terhadap teroris dari kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Isu jatuhnya korban sipil tetap menjadi perdebatan dalam perang melawan teroris di Afganistan.

Terlebih, Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk mengirim lebih banyak tentara ke dalam konflik yang panjang itu.

"Sebuah bom pinggir jalan ditabrak oleh konvoi pasukan asing di Distrik Ghani Khail pagi ini," kata Jurubicara Provinsi Attaullah Khogyani.

"Pasukan kemudian melepaskan tembakan dan membunuh tiga warga sipil di dekatnya, seorang ayah dan dua anaknya."

Peristiwa itu pun, seperti diberitakan AFP, telah dikonfirmasi oleh Kepala Kepolisian setempat, Sekandar Safi.

Sementara, dari kubu militer AS mengkonfirmasi bahwa mereka melepaskan tembakan untuk membela diri.

AS pun mengaku hingga saat ini belum menerima tuduhan resmi terkait insiden tersebut.

"Kami melihat korban sipil dengan sangat serius dan semua tuduhan diselidiki secara menyeluruh," kata pihak militer dalam sebuah pernyataan.

"Insiden ini sedang diselidiki dan lebih banyak informasi akan diumumkan sebagaimana mestinya."

Nangarhar wilayah pendudukan kelompok teroris ISIS. Pasukan Afganistan yang didukung oleh tentara AS telah berjuang selama berbulan-bulan untuk mengusir mereka.

Pada hari Sabtu lalu, tiga tentara AS terbunuh, dan satu terluka ketika sebuah pasukan menembaki mereka di Distrik Achin Nangarhar. Serangan itu kemudian diklaim oleh kelompok Taliban.  

Pada bulan April, militer AS menjatuhkan bom non-nuklir terbesarnya yang pernah digunakan dalam pertempuran di lokasi gua-gua di Achin yang diyakini menjadi tempat persembunyian teroris ISIS.

Penggunaan "Mother of All Bombs" itu membunuh puluhan teroris, namun pertempuran di wilayah tersebut terus berlanjut tanpa henti.

Baca: Induk dari Semua Bom Tewaskan Puluhan Anggota ISIS di Afganistan

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X