Investigasi Pabrik Sepatu Ivanka Trump, Aktivis Ditahan dan Hilang - Kompas.com

Investigasi Pabrik Sepatu Ivanka Trump, Aktivis Ditahan dan Hilang

Kompas.com - 31/05/2017, 13:58 WIB
Greg Baker/AFP/Getty Para buruh di pabrik sepatu di Huajian, pabrik yang bisa menghasilkan sekitar 100,000 pasang sepatu bermerek bagi Ivanka Trump.

BEIJING, KOMPAS.com - Tiga pria dari kelompok pegiat hak-hak buruh, China Labor Watch yang berbasis di New York, AS, sedang meninjau kondisi pabrik di mana sepatu-sepatu Ivanka Trump dibuat di China.

Namun, seorang aktivis buruh melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran di sebuah pabrik di China, yang biasa merakit sepatu Ivanka Trump telah ditangkap dan ditahan polisi.

Dua aktivis lainnya hilang, demikian dilaporkan The Guardian, pada Rabu (31/5/2017).

Kasus ini meningkatkan kekhawatiran bahwa hubungan perusahaan itu dengan keluarga Presiden AS mungkin telah menyebabkan perlakuan lebih kasar.

Hua Haifeng (36) telah ditangkap polisi dengan tudingan telah melakukan penyelidikan ilegal, kata istrinya Deng Guilian.

Baca: Hamil Tua, Putri Donald Trump Kenakan Busana Ketat dan Sepatu Tinggi

Hua telah bergabung dengan organisasis hak-hak buruh selama lebih dari satu dekade dan sedang menginvestigasi sebuah pabrik di Provinsi Guangdong, China selatan untuk China Labor Watch.

Hua berusaha untuk pergi ke Hongkong pekan lalu, tetapi dicegat oleh aparat di perbatasan. Ia kemudian diinterogasi oleh polisi di Shenzhen, kota di China yang terledak di dekat perbatasan dengan Hongkong dan kemudian dilepas.

Ia kemudian berangkat menuju Provinsi Jiangxi dan kemudian menghilang, sebelum istrinya akhirnya diberitahu oleh polisi.

 “Saya merasa takut ketika polisi memanggil saya,  perasaan saya terguncang oleh rasa takut dan marah,” kata Deng kepada The Guardian.

Deng juga menambahkan, ia sangat merisaukan kondisi itu dan dia tidak bisa menghidupi anak-anaknya dan orangtuanya karena tidak memiliki penghasilan sendiri.

Baca: Putri Donald Trump Digugat Menjiplak Sepatu Desainer Ternama

Kasus tersebut menyoroti kepekaan politik dari sebuah merek barang yang terkait dengan keluarga Donald Trump, yang sebenarnya juga selalu berkompetisi dengan Presiden Xi Jinping.

Dua aktivis lainnya, Li Zhao dan Su Heng, yang juga telah melakukan investigasi sebuah pabrik di Provinsi Jiangxi, tempat pembuatan sepatu Ivanka Trump, hingga Rabu (31/5/2017) ini masih hilang.

Li Qiang, Direktur Eksekutif China Labor Watch percaya bahwa mereka telah ditangkap oleh polisi atau masih ditahan di pabrik sepatu tersebut.

"Saya berpikir mereka ditahan karena pabrik ini membuat produk untuk Ivanka Trump, jadi sekarang situasi ini telah menjadi sangat politis dan rumit," kata Li.

"Saya menghimbau kepada Presiden Trump, Ivanka Trump sendiri, dan kepada pemegang mereknya untuk mengadvokasi dan mendesak pembebasan aktivis kami,” demikian Li.

Baca: Sebelum Ditarik, Penjualan Produk Mode Ivanka Trump Sudah Anjlok


EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional

Close Ads X