Kapal AS Berlayar Dekat Pulau Buatan China di Laut China Selatan - Kompas.com

Kapal AS Berlayar Dekat Pulau Buatan China di Laut China Selatan

Kompas.com - 25/05/2017, 22:16 WIB
Bullit Marquez/AP Sebuah kapal penjaga pantai China mencoba menghalangi sebuah kapal AL Filipina di Laut China Selatan.

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah kapal perang Amerika Serikat berlayar di dekat pulau buatan yang dibangun China di Laut China Selatan, yang merupakan tantangan pertama atas wilayah perairan yang diklaim Beijing sejak Donald Trump menjadi Presiden AS.

Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya yang dikutip oleh media AS, USS Dewey melintas dalam jarak 12 mil laut dari Mischief Reef.

China mengklaim hampir semua kawasan di Laut China Selatan, termasuk karang dan pulau-pulau yang juga diklaim oleh negara lain.

AS berkeras dapat melakukan operasi di seluruh perairan internasional.

Baca: Laut China Selatan Kian "Panas", Wapres Percaya China

Negara itu mengatakan tidak memihak dalam masalah sengketa wilayah, namun pada masa lalu mengirimkan kapal militer dan pesawat di dekat pulau sengketa, dengan menyebutnya sebagai operasi "kebebasan navigasi" untuk memastikan akses terhadap rute pelayaran dan udara.

AS juga beberapa kali mengeluarkan kritik terhadap upaya Beijing yang dianggap dapat membatasi navigasi di perairan strategis.

Apa itu kebebasan navigasi?

Program kebebasan navigasi AS menantang "klaim yang berlebihan" terhadap samudra dan ruang udara dunia.

Program ini dikembangkan untuk mempromosikan ketaatan internasional terhadap Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Baca:China Klaim Didukung 40 Negara Terkait Laut China Selatan

Dalam beberapa tahun terakhir, AS menggelar operasi “Kebebasan Navigasi” melawan China, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

China dituduh memanaskan situasi di kawasan dengan membangun pulau buatan dengan karang dan pulau kecil di Laut China Selatan serta memasang beberapa kekuatan militer.

Baik AS dan China saling menuduh memiliterisasi Laut China Selatan dan ada kehawatiran wilayah itu menjadi sebuah pemicu dengan konsekuensi global yang serius.

Manuver terbaru AS tampaknya menimbang hubungan dengan China di mana pemerintahan Trump berupaya untuk mencapai kesepakatan kerja sama untuk menangani ambisi nuklir Korea Utara.

Pada awal bulan ini, jet tempur China mencegat pesawat AS yang menurut pejabat AS tengah melakukan misi untuk mendeteksi radiasi di wilayah udara internasional.

Baca: Demi Laut China Selatan, China Adu Domba ASEAN

China tidak mengeluarkan pernyataan terhadap insiden tersebut, namun pada masa lalu pernah menuduh AS melakukan pengintaian di atas wilayah perairan pesisir China.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM