Peritel Daring China Kembangkan "Drone" Berdaya Angkut Satu Ton - Kompas.com

Peritel Daring China Kembangkan "Drone" Berdaya Angkut Satu Ton

Kompas.com - 23/05/2017, 19:18 WIB
Reuters Sebuah drone terbang di Shenzhen, China, 18 Desember 2015. Peritel daring asal China, menyatakan sedang mengembangkan drone dengan kemampuan untuk mengirim barang konsumsi dan hasil pertanian jarak jauh. (Foto: Dokumentasi)

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah pesawat nirawak atau drone dengan kemampuan daya angkut lebih dari satu ton untuk pengiriman jarak jauh hendak dikembangkan oleh peritel daring terbesar asal China, JD.com.

Perusahaan itu menyatakan akan menguji drone di jaringan yang dikembangkannya untuk menjangkau Provinsi Shaanxi, China utara.

Pesawat tanpa awak tersebut akan mengangkut barang-barang konsumsi ke kawasan terpencil dan hasil pertanian ke kota-kota.

JD.com, yang berkantor pusat di Beijing, mengatakan, perusahaannya akan memulai pengiriman perdananya ke para pelanggannya dengan menggunakan drone yang lebih kecil pada November 2017.

Baca: Segera Meluncur, Layanan Antar Pizza Pakai "Drone"

Merek-merek e-commerce lain termasuk Amazon.com juga sedan menguji coba pengiriman barang dengan menggunakan drone.

“Kami mengimpikan sebuah jaringan yang mampu mengangkut barang antarkota, dan bahkan antarprovinsi secara efisien di masa mendatang,” ujar Wang Zhenhui, direktur utama kelompok usaha logistik milik JD.com dalam sebuah pernyataan.

JD.com mengoperasikan jaringan stasiun pengiriman barang milik sendiri di seluruh negeri dengan total karyawan 65.000 orang.

Perusahaan itu mengatakan jumlah pelanggan regulernya mencapai 235 juta orang.

Pesawat nirawak itu adalah bagian dari respon industri terhadap tantangan perluasan pengiriman barang ke kawasan pedesaan dimana jarak menjadi salah satu hambatan di samping meningkatnya biaya pengiriman.

Baca: Rudal dari “Drone” Inggris Gagalkan Eksekusi Ganda oleh ISIS

Pengiriman via drone di China dan negara-negara lainnya menghadapi hambatan termasuk adanya pembatasan pemanfaatan wilayah udara dan kebutuhan untuk menghindari tabrakan dengan burung dan hambatan-hambatan lainnya.

Di Amerika Serikat (AS), pihak berwenag mengizinkan penerbangan drone komersial hanya untuk keperluan eksperimen.

Muatan dengan bobot lebih dari satu ton berat dari kemampuan daya angkut dari kebanyakan drone yang ada saat ini.

Namun, beberapa di antaranya dapat mengangkut muatan hingga ratusan kilogram dan para produsen drone utama sedang mengusahakan untuk menciptakan drone berdaya angkut lebih besar.

China adalah pusat dari manufaktur drone sipil terbesar di dunia, DJI, yang terletak di kota Shenzhen yang terletak di bagian selatan.

Baca: Rusia Siap Menguji 'Drone' untuk Misi Kamikaze Rahasia

JD.com mengatakan jaringan pengiriman via drone yang direncanakannya di Shaanxi akan menjagkau radius 300 kilometer dan memiliki pangkalan drone di seluruh provinsi.

Perusahaan menyatakan mereka akan membangun kampus penelitian dan pengembangan bersama Xi'an National Civil Aerospace Industrial Base untuk mengembangkan dan memproduksi drone.

Sebelumnya JD.com melaporkan peningkatan penerimaan kuartal pertama sebesar 41,2 persen lebih dari setahun yang lalu menjadi 76,2 milyar yuan atau sekitar 11,1 milyar dollar AS.

Perusahaan itu melaporkan penerimaan laba sebesar 843,1 juta yuan atau 122,4 juta dollar dibandingkan kerugian yang diderita sebesar 864,9 juta yuan pada tahun sebelumnya.

Baca: Inspire One, ”Drone” Penghubung Kelas Pemula dan Profesional

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X