Kasus Dugaan Pemerkosaan Dicabut, Julian Assange Klaim Menang - Kompas.com

Kasus Dugaan Pemerkosaan Dicabut, Julian Assange Klaim Menang

Kompas.com - 20/05/2017, 11:21 WIB
Julian Assange.

LONDON, 20 Mei 2017 (AFP) - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, memberikan salam dengan mengepal tangan pada Jumat (19/5/2017) setelah Kejaksaan Swedia menghentikan penyelidikan kasus pemerkosaan tujuh tahun setelah sangkaan ini diarahkan ke dirinya.

Selain itu, keputusan penghentian penyelidikan kasus itu direspons Assange dengan mengatakan bahwa "perang sebenarnya" atas masa depannya baru saja dimulai.
Assange memasuki balkon kedutaan Besar Ekuador di London, tempat di mana dia telah bersembunyi sejak 2012, untuk merayakannya, namun mengatakan, jalannya belum berakhir.

Jumat kemarin merupakan hari terakhir bagi Kejaksaan Swedia untuk memperbarui surat perintah penahanan Assange – yang berlaku di seluruh Eropa – atau mencabutnya.

Baca: Jaksa Swedia Cabut Dakwaan Perkosaan terhadap Julian Assange

Tertuduh berusia 45 tahun itu marah atas keputusan tersebut, sekaligus menolak untuk mengatakana apakah ia akan meninggalkan kedutaan tersebut.

Polisi Inggris mengatakan bahwa mereka dapat segera menangkap Assange karena melanggar persyaratan jaminan sebelumnya jika dia keluar dari kantor Kedubes Equador.

Pendiri WikiLeaks itu dituduh “melanggar ketentuan tentang pembebasan bersyarat, dengan menolak menyerahkan diri ketika surat penahanan dikeluarkan pada 2012.”

Sementara pihak berwenang AS telah memperingatkan bahwa mereka menganggap WikiLeaks sebagai "dinas intelijen yang tidak bermoral".

"Hari ini adalah hari kemenangan yang penting," kata Assange, yang mengengakan kaus hitam dan jaket, kepada wartawan dan sekelompok kecil pendukungnya yang berkumpul di sekitar balkon.

Baca: Sudah 3 Tahun Julian Assange Tinggal di Dalam Kedubes Ekuador

"Tetapi (keputusan) itu sama sekali tidak menghapus tujuh tahun penahanan tanpa dakwaan. Di penjara, di bawah tahanan rumah dan hampir lima tahun di sini di kedutaan ini tanpa sinar matahari.”

"Itu bukan sesuatu yang bisa saya maafkan. Bukan sesuatu yang bisa saya lupakan."

Di Stockholm, Swedia, jaksa penuntut umum Marianne Ny mengatakan, penyelidikan atas kasus dugaan pemerkosaan dibatalkan karena "tak ada alasan untuk percaya bahwa keputusan untuk menyerahkannya (Assange) ke Swedia bisa dilaksanakan di masa mendatang.”

"Dengan memperhatikan kenyataan bahwa semua kemungkinan untuk melanjutkan penyelidikan kasus ini telah dilakukan, sepertinya tidak proporsional untuk mempertahankan penahanan Julian Assange secara in absentia," kata Ny.

Baca: Pengadilan Banding Swedia Kukuhkan Perintah Penahanan untuk Julian Assange

Anggota tim penasehat hukum Assange, Per Samuelsson, dalam wawancara dengan radio Swedia mengatakan keputusan kejaksaan Swedia adalah “kemenangan besar” bagi kliennya.

Namun Jaksa Agung AS Jeff Sessions bulan lalu mengatakan, "kami akan berusaha memasukkan beberapa orang ke dalam penjara", ketika ditanya apakah menahan Assange adalah "prioritas" untuk Washington.

Tuduhan terhadap Assange berawal pada Agustus 2010 ketika seorang perempuan yang mengaku sebagai korban pemerkosaan melaporkannya ke polisi.

Perempuan ini mengatakan bahwa ia bertemu Assange beberapa hari sebelumnya di konferensi Wikileaks di Stockholm.

Perempuan itu menuduh Assange melakukan hubungan badan tanpa kondom dengannya dan mengatakan ia telah beberapa kali menolak Assange yang menginginkan hubungan tanpa kondom.

Baca: Kejaksaan Swedia Batalkan Sebagian Dakwaan terhadap Julian Assange

EditorPascal S Bin Saju
Komentar