Arab Saudi dan AS Masukkan Pemimpin Hezbollah ke Daftar Hitam - Kompas.com

Arab Saudi dan AS Masukkan Pemimpin Hezbollah ke Daftar Hitam

Kompas.com - 20/05/2017, 06:23 WIB
Hasan Shaaban/The Daily Star Arab Saudi dan AS memasukkan Hashem Safieddine, seorang pemimpin berpengaruh kelompok Hezbollah Lebannon, ke dalam datar hitam.

DUBAI, KOMPAS.com - Arab Saudi, Jumat (19/5/2017), memasukkan Hashem Safieddine, pemimpin berpengaruh kelompok Hezbollah Lebannon, sekutu dekat Iran, negara saingan Arab Saudi di kawasan, ke dalam datar hitam.

Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) juga menambahkan Safieddine ke dalam daftar hitam kontraterorisme pada Jumat, sehari menjelang Presiden Donald Trump tiba di Arab Saudi.

Arab Saudi merupakan negara pertama yang dikunjungi Trump dalam lawatan internasional pertamanya sejak ia dilantik sebagai Presiden AS pada Januari 2017.

Baca: Israel Serang Gudang Senjata Hezbollah di Damaskus

Trump diperkirakan akan membukukan kesepakatan bidang keamanan dan perdagangan dengan para pejabat Riyadh dalam kunjungannya di Arab Saudi.

"Pemerintah Saudi hari ini menetapkan seorang pemimpin Hezbollah, yang bernama Hashem Safieddine," demikian menurut laporan kantor berita resmi Arab Saudi, SPA.

Nama Safieddine dimasukkan ke dalam daftar hitam kontraterorisme pada situs internal Departemen Keuangan AS.

Safieddine bekerja untuk kepentingan Hezbollah di Timur Tengah dan menjadi penasihat soal pelaksanaan "operasi teroris" serta memberikan bantuan bagi rezim Suriah, kata SPA.

Baca: Negara Arab Tetapkan Hezbollah sebagai Kelompok Teroris

Safieddine adalah Ketua Dewan Eksekutif Hezbollah Lebanon, yang menjalankan kegiatan sosial dan ekonomi kelompok itu. Hezbollah dianggap Washington sebagai organisasi teroris.

Kelompok itu dibentuk pada 1980-an untuk memerangi pendudukan Israel di Lebanon selatan, yang berakhir pada 2000.

Hezbollah saat ini berperang di Suriah bersama pasukan Presiden Bashar al-Assad menghadapi para pemberontak yang didukung negara-negara Arab Saudi.

Arab Saudi dan negara-negara Arab di Teluk telah menyatakan Hezbollahh sebagai organisasi teroris pada 2016.

Mereka mengatakan akan menghukum siapa pun yang menjadi anggota, bersimpati dan membantu keuangan kelompok itu ataupun memberikan perlindungan kepada para anggotanya.

Baca: Hezbollah: Eropa Sedang Dibakar “Api” dari Suriah dan Timur Tengah

EditorPascal S Bin Saju
SumberAnt/Reuters,
Komentar

Close Ads X