Rudal dari “Drone” Inggris Gagalkan Eksekusi Ganda oleh ISIS - Kompas.com

Rudal dari “Drone” Inggris Gagalkan Eksekusi Ganda oleh ISIS

Kompas.com - 17/05/2017, 09:25 WIB
BBC Drone atau pesawat nirawak Inggris di pangkalan Lincolnshire, Inggris

ABU KAMAL, KOMPAS.com – Sebuah pesawat nirawak ( drone) Angkatan Udara Inggris (RAF) menghentikan eksekusi ganda kelompok ISIS di Suriah dengan tembakan rudal Hellfire ke para penembak jitunya.

Sekelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menurunkan dua tawanan dari sebuah mobil untuk dieksekusi di Abu Kamal, Suria timur.

Massa warga tampak berkerumun di sekitarnya untuk menyaksikan pelaksanaan eksekusi terhadap dua pria tawanan kelompok ISIS itu, seperti dilaporkan Daily Mirror, Selasa (16/5/2017).

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, pesawat nirawak RAF yang mengintai kelompok ISIS pun langsung menembakkan rudalnya ke para eksekutor ISIS.

Baca: Serangan "Drone" AS Tewaskan Perekrut ISIS Asal Perancis

Pesawat nirawak Reaper mengintai sekelompok ekstremis haus darah ISIS mengumpulkan “sebuah kelompok besar warga sipil” di Abu Kamal, Suriah timur.

Tampak pula, dari sebuah mobil van militan menurunkan dua tahanan yang terbelenggu di depan kerumunan warga dan siap melakukan eksekusi secara terbuka.

Warga sipil dipaksa untuk menyaksikan kengerian yang sedang berlangsung.

Namun, kru Angkatan Udara Inggris yang mengoperasikan pesawat nirawak Raeper langsung menembaki dua ekstremis bersenjata yang berjaga-jaga di atap gedung yang menghadap ke area eksekusi dan menghentikan rencana eksekusi.

"Sebuah rudal Hellfire ditembakkan segera. Tembakan itu tidak hanya membunuh satu militan penjaga namun juga menghentikan eksekusi, karena para pejuang Daesh (ISIS) melarikan diri dari tempat kejadian, dan kerumunan warga sipil pun bubar," kata Kementerian Pertahanan Inggris.

Baca: Inggris Latih Pemberontak Suriah untuk Perangi ISIS

Pesawat tak berawak itu tidak bisa menembaki dua calon eksekutor karena terlalu banyak warga sipil tak berdosa berada di sekitar mereka.

"Mengingat banyaknya jumlah warga sipil yang hadir, Reaper tidak dapat menargetkan secara langsung pejuang Daesh yang hendak menjalankan eksekusi tersebut," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Misi tersebut diluncurkan pada Selasa pekan lalu, namun baru diumumkan oleh kementerian pada Selasa (16/5/2017).

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM