Analisis Baru Ungkap Perkiraan Lokasi Pesawat MH370 - Kompas.com

Analisis Baru Ungkap Perkiraan Lokasi Pesawat MH370

Kompas.com - 21/04/2017, 17:01 WIB
AFP PHOTO / MOHD RASFAN Foto awak kabin pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, ditampilkan saat doa bersama di sebuah sekolah di Petaling Jaya, Malaysia, 8 Maret 2016.

CANBERRA, KOMPAS.com - Sebuah hasil penelitian terhadap potongan sayap pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines, menegaskan pendapat para ahli bahwa pesawat MH370 kemungkinan besar jatuh di utara Samudera Hindia.

Misi pencarian bernilai 160 juta dollar AS untuk pesawat yang terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing ini, telah diakhiri pada bulan Januari lalu.

Baca: Misi Pencarian Bawah Laut Dihentikan, MH370 Tetap Jadi Misteri

Pencarian dengan pemindaian bawah laut telah menyentuh wilayah seluas 120.000 kilometer persegi di Samudera Hindia, sebelah barat daya Australia.

Namun, segala upaya itu belum membuahkan hasil optimal untuk mengungkap misteri hilangnya pesawat pada 8 Maret 2014 dengan 239 orang di dalamnya tersebut.

Baca: Keluarga Korban MH370 Desak Pencarian Dilanjutkan

Kini, penelitian tetap berlanjut dalam upaya untuk memperbaiki kemungkinan pencarian baru.

Badan kelautan pemerintah Australia telah memperoleh sayap-sayap bermodel yang sama dengan aslinya, untuk mempelajari bagaimana bagian itu melayang di laut.

Demikian pernyataan Biro Keselamatan Transportasi Australia seperti dikutip Associated Press, Jumat (21/4/2017).

Baca: Pesawat MH370 Mungkin Tidak Berada di Area Pencarian

Hasil analisis baru ini mengonfirmasi temuan yang dikeluarkan pada bulan Desember bahwa pesawat tersebut kemungkinan berada di utara daerah yang dicari.

Kesimpulan bulan Desember didasarkan pada analisis atas enam replika potongan sayap pesawat yang dikenal sebagai flaperon yang ditemukan di Pulau Reunion, di Samudra Hindia barat, pada bulan Juli 2015.

David Griffin, seorang ahli kelautan Pemerintah Australia yang mengerjakan analisis replika, mengatakan, penelitian baru ini mengkonfirmasi kecurigaannya bahwa sebuah flaperon sebenarnya akan melayang lebih cepat, dan ke kiri dari jalur replika.

Baca: Wanita Teman Dekat Pilot MH370 Buka Suara...

Dengan demikian, kesimpulan baru ini mendukung kesimpulan bulan Desember yang diambil tim ahli internasional dan Australia.

Sebelumnya, mereka memeriksa kembali semua data yang digunakan untuk menentukan zona pencarian asli, sehingga reruntuhan itu kemungkinan berada di area seluas 25.000 kilometer persegi di utara batas zona pencarian terakhir.

"Tentu kami tak bisa mutlak memastikannya, namun seluruh bukti mengarah ke sana. Dan, kesimpulan ini membuat kami lebih percaya diri dengan temuan kami," kata Griffin.

Baca: Spekulasi Pilot MH370 Bunuh Diri Muncul Lagi, Apa Reaksi PM Turnbull?

Temuan ini tentu menambah modal bagi keluarga korban yang mendesak pemerintah untuk melanjutkan pencarian pesawat tersebut. 

Sebelum menutup proses pencarian ini, pihak Malaysia, China, dan Australia telah sepakat bahwa pencarian akan tetap ditangguhkan kecuali ada bukti baru tentang keberadaan pesawat.

Baca: MH370 Tetap Jadi Misteri, Apa yang Terjadi dalam 3 Tahun Pencarian?

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X