Demi Pacar, Lelaki "Bokek" Kirim Tiket Palsu, Lalu Ancam Bandara - Kompas.com

Demi Pacar, Lelaki "Bokek" Kirim Tiket Palsu, Lalu Ancam Bandara

Kompas.com - 21/04/2017, 15:58 WIB
thinkstock .

HYDERABAD, KOMPAS.com -  M Vamsi Krishna, seorang lelaki 32 tahun yang bekerja di biro transportasi di Miyapur, India, mengirimkan tiket palsu untuk kekasihnya.

Tiket palsu itu dikirim karena Krishna sedang mengalami kesulitan finansial alias bokek. Sementara, sang pujaan hati meminta berlibur ke Mumbai dan Goa.

Lelaki itu berpikir, jika penerbangan yang ditulis dalam tiket palsu itu dibatalkan karena ancaman pembajakan, maka pacarnya akan membatalkan perjalanan.

Jika demikian, selamatlah Krishna dari malu. 

Deputi Komisioner Polisi B Limba Reddy mengatakan, sebuah email tentang ancaman pembajakan telah dikirim Krishna yang berpura-pura sebagai perempuan.

Dalam surat elektronik itu, dia menyebut ada sebuah kelompok yang terdiri dari 23 orang akan membajak pesawat yang terbang dari bandara di Mumbai, Hyderabad, dan Chennai.

Ancaman itu memaksa polisi menambah kewaspadaan di ketiga bandara tersebut.

“Lalu, karena email yang dikirimkan dari Hyderabad, maka aparat kepolisian di Hyderabad diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap email tersebut," kata Reddy.

"Kami melacak IP address dan menemukan bahwa Krishna mengirim surat itu dari sebuah internet kafe di SR Nagar," ujar dia lagi. 

Seperti diberitakan laman India Express, tertuduh kemudian mengaku kepada polisi bahwa kekasihnya yang berada di Chennai, meminta dibelikan tiket liburan ke Mumbai dan Goa.

Padahal, Krishna sedang mengalami kesulitan keuangan dan tak mampu membayar biaya untuk perjalanan tersebut.

"Pelaku sudah meminta kekasihnya untuk membatalkan perjalanan, tapi dia tak mau melakukannya," ungkap Reddy.

Menurut Reddy, Krishna pun mewujudkan sebuah rencana agar kekasihnya percaya bahwa penerbangan telah dibatalkan karena ancaman pembajakan.

Krishna membuat tiket palsu atas nama pacarnya untuk penerbangan 16 April 2017 dari Chennai ke Mumbai.Tiket itu dikirimkan melalui email.

Setelah itu, dia pergi ke kafe internet, membuat alamat email fiktif, dan surat tentang ancaman di bandara kepada komisioner kepolisian Mumbai.

Kini, bukan hanya terbelit malu dan tak punya uang, Krishna pun harus menjalani proses hukum akibat ulahnya itu.

Dia dijerat dengan Undang-undang teknologi informasi, khususnya pasal yang menyangkut penipuan dan ancaman yang mengancam kepentingan publik.

Baca: Demi Pacar, Dewi Simpan Sabu di Kemaluannya

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar