Terkait Aksi Teror di Paris, Polisi Memburu Terduga Pelaku Kedua - Kompas.com

Terkait Aksi Teror di Paris, Polisi Memburu Terduga Pelaku Kedua

Kompas.com - 21/04/2017, 15:21 WIB
AFP Serangan teror di Paris, Perancis, Kamis (20/4/2017) malam, dilakukan oleh seorang teroris ISIS yang pernah dibuni selama 20 tahun karena kasus serupa terdahulu.

PARIS, KOMPAS.com – Polisi Paris, Perancis, Jumat (21/4/2017) ini, memburu pria kedua yang diduga terlibat dalam aksi teror mematikan pada Kamis (20/4/2017) malam waktu setempat.

Polisi yakin, pria itu bersenjata, dan tiba dari sebuah kota di Belgia dengan menggunakan kereta api.

Seorang polisi terbunuh dan dua polisi lagi kritis akibat ditembak dalam serangan yang terjadi pada Kamis malam atau Jumat (21/4/2017) dini hari WIB itu. Seorang turis lagi menderita luka ringan.

Pria bersenjata yang melakukan penyerangan tewas ditembak tak lama setelah penyerangan, tetapi polisi yakin bahwa masih ada pelaku lain yang langsung melarikan diri.

Menurut  Daily Express, polisi telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terjadap pelaku kedua, yang diyakini tiba dari salah satu kota di Belgia dengan menggunakan kereta.

Baca juga: Serang Menarget Polisi Perancis Diklaim ISIS, Satu Tewas dan Dua Orang Terluka

Sejumlah penyerang di balik aksi teror pada November 2015 di Paris, yang menyebabkan 130 orang tewas dan ratusan lain terluka, ditangkap di kawasan Molenbeek, Brussels, ibu kota Belgia.

Para saksi mata mengatakan, dua orang melakukan penyerangan pada kendaraan polisi yang sedang berhenti di lampu merah dekat  perbelanjaan di kawasan Champs-Elysees, Kamis malam.

Akibat serangan dengan senjata Kalashnikov itu, seorang polisi tewas seketika dan dua polisi lainnya kritis akibat luka tembak yang sama.

Baca juga: Penyerang Paris adalah “Teroris ISIS yang Pernah Dibui 20 Tahun"

Saksi mata bernama Chelloug mengatakan, “Saya keluar menuju toko Sephora dan saya berjalan menyusuri trotoar di mana sebuah mobil Audi 80 terparkir.

Dari dalam mobil itu keluarlah seorang pria dan mulai menembak dengan Kalashnikov ke polisi.

AFP Beberapa polisi memeriksa para pelintas di dekat lokasi penembakan di Champs Elysees, Paris, Perancis tak lama setelah kejadian yang menewaskan seorang polisi dan melukai dua lainnya, Kamis (20/4/2017) malam waktu setempat.
“Polisi itu tersungkur. Saya mendengar enam tembakan, saya takut. Saya mempunyai bayi perempuan berusia dua tahun dan saya berpikir saya akan mati. Ia menembak langsung ke arah polisi,” katanya.

Turis-turis berlarian di sisi jalan ketika penembakan masih berlangsung. Petugas kepolisian langsung mengevakuasi orang-orang dari kawasan itu.

Presiden Perancis, Francois Hollande, Jumat (21/4/2017), mengatakan, semua tanda menunjukkan, serangan Kamis (20/4) malam di Champs-Elysees, tampaknya aksi teror.

Baca juga: Hollande Sebut Penembakan di Paris Tampaknya Aksi Teror

Hollande, sebagaimana disiarkan televisi Perancis, mengatakan, keamanan akan diperketat menjelang pemilu presiden, Minggu (23/4/2017).

“Kita akan amat waspada, terutama terkait dengan pilpres,“ kata Hollande dalam pidato di televisi.

Hollande juga mengumpulkan semua anggota kabinetnya untuk mengikuti rapat darurat. Selain merespons serangan teror itu, juga persiapan pengamanan pilpres.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar