Mantan Perwira Artileri Terpilih Jadi Pertapa di Pegunungan Alpen - Kompas.com

Mantan Perwira Artileri Terpilih Jadi Pertapa di Pegunungan Alpen

Kompas.com - 20/04/2017, 20:30 WIB
VIA BBC INDONESIA Stan Vanuytrech terpilih sebagai pertapa di Saalfelden.

KOMPAS.com - Seorang duda asal Belgia, mantan perwira artileri, terpilih sebagai pertapa untuk tinggal di sebuah tempat pertapaan di Austria, setelah menyisihkan 50 pesaing lain.

Stan Vanuytrecht (58) akan tinggal tanpa alat pemanas, tanpa aliran air bersih, dan juga tanpa membayar uang sewa di sebuah rumah tapa di Saalfelden, kawasan Pegunungan Alpen.

Tempat itu selalu memiliki pertapa selama 350 tahun. Wali Kota Saalfelden, Erich Rohrmoser mengatakan, Vanuytrecht terpilih karena dia memancarkan ketenangan.

Kendati demikian, Vanuytrecht mengaku terkejut karena dia terpilih.

Baca: Diresmikan, Tunnel Terpanjang di Dunia Tembus Dasar Pegunungan Alpen

"Saya pikir saya tidak punya peluang. Namun ketika saya membaca tentang rumah tapa Saalfelden, saya berkata kepada diri sendiri: 'ini tempat untuk saya'."

Pemandangan dari rumah tapa amat indah. Namun fasilitasnya jelas tidak indah. Lelaki itu pun mengaku tidak berharap akan selalu bisa sendirian untuk bertapa.

Musim tapa berlangsung April hingga November -karena pada musim dingin, rumah tapa tidak bisa dihuni- namun banyak pejalan kaki yang mendatangi kawasan sekitar untuk menikmati pemandangan.

Selain berkunjung, para pendatang pun biasanya ingin berkonsultasi dengan pertapa.

Vanuytrecht mengaku tidak akan menghadapi masalah dengan orang-orang yang datang berkonsultasi, karena pria ini punya pengalaman.

Dia pernah menangani para tuna wisma, pecandu alkohol, dan narkotika, narapidana, maupun pasien-pasien yang menderita gangguan kejiwaan.

Dia juga tidak punya masalah dengan 'kemiskinan' setelah cerai dari pasangannya yang menderita gangguan mental.

"Saya harus puas dengan yang serba sedikit. Saya senang jika saya punya uang untuk makan," kata dia seperti dikutip situs intenet Saalfelden.

Erich Rohrmoser, mengatakan terpilihnya Vanuytrecht karena kepribadiannya. "Dia menyebarkan ketenangan dan bisa diandalkan untuk banyak hal."

Pendahulu Vanuytrecht, seorang mantan pendeta dan ahli terapi kejiwaan, psychotherapis, Thomas Fieglmueller, mengatakan hidup di rumah tapa itu perlu disiplin tinggi.

Pertapa sebelum Fieglmueller, seorang pastor dari Ordo Santo Benediktus mampu bertahan selama 12 tahun.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM