Putin Tak Percaya Ada Pembantaian Kaum Gay di Chechnya, Mengapa? - Kompas.com

Putin Tak Percaya Ada Pembantaian Kaum Gay di Chechnya, Mengapa?

Kompas.com - 20/04/2017, 19:49 WIB
Dmitri Lovetsky / POOL / AFP Presiden Rusia, Vladimir Putin.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku tak memiliki alasan untuk meragukan keyakinan pemimpin Chechnya bahwa tak ada penganiayaan terhadap kaum gay di negeri itu.

Sekalipun tersiar kabar di media Rusia bahwa penganiayan itu terjadi, seperti yang diceritakan oleh seorang pria gay yang kabur ke Moskwa.

Baca: Terancam Dibunuh, Kaum Gay Melarikan Diri dari Chechnya

Sikap Presiden Putin ini disampaikan Juru bicaranya, Dmitry Peskov kepada para wartawan di Moskwa, Kamis (20/4/2017).

Dia pun mengatakan, para penyelidik yang terjun ke lapangan tak menemukan bukti yang cukup yang merujuk kepada kebenaran cerita itu.

Sebelumnya, dalam berita yang dilansir koran the Novaya Gazeta bulan ini, diungkap, aparat kepolisian di wilayah selatan Rusia yang berpenduduk mayoritas Muslim itu, menangkap lebih dari 100 pria homoseks.

Dari jumlah itu, ada setidaknya tiga orang yang langsung dibunuh.

Putin sempat menggelar pertemuan dengan Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, yang dalam siaran televisi menyarankan Putin untuk tak percaya dengan kabar tersebut. 

Kadyrov menegaskan bahwa berita itu tak benar dan mengandung unsur provokasi.

Kendati demikian, laporan tersebut ditindaklanjuti dengan serius oleh lembaga Komisi Tinggi HAM PBB dan lembaga-lembaga internasional terkemuka lain.

Semuanya mendesak Pemerintah Rusia untuk segera menggelar investigasi atas laporan itu. 

Sementara itu dari hasil pertemuan di Kremlin pada Rabu kemarin, Peskov mengatakan, bahwa Kadyrov menyampaikan kepada Putin laporan itu adalah fitnah dan membuat marah banyak warga Chechnya. 

Kendati demikian, Kadyrov menegaskan bahwa wartawan yang bertugas dalam liputan tersebut tak perlu mengkhawatirkan keselamatan dirinya.

Sebelumnya, pihak Novaya Gazeta mengaku kuatir dengan nasib jurnalisnya setelah mereka menerima serangkaian ancaman saat menggelar pertemyan dengan tokoh dan pemimpin komunitas Muslim di sana.

"Kadyrov memberikan konfirmasi bahwa segala hal akan diselesaikan dalam bingkai hukum, dan tentu disetujui pula oleh Presiden," ungkap Peskov.

Kekhawatiran pihak Novaya Gazeta bukan tanpa alasan.

Anna Politkovskaya, reporter Novaya Gazeta yang membangun reputasi internasional dengan laporannya tentang kekerasan dan penganiayaan di Chechnya, ditembak mati di Moskwa tahun 2006 silam. 

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar