Suriah Masih Simpan 3 Ton Senjata Kimia, Benarkah? - Kompas.com

Suriah Masih Simpan 3 Ton Senjata Kimia, Benarkah?

Kompas.com - 20/04/2017, 15:40 WIB
AFP PHOTO / FADI AL-HALABI Warga menggali kuburan untuk jenazah korban dari dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Rabu (5/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut.

KOMPAS.com - Kubu Israel meyakini Presiden Suriah Bashar al-Assad masih menyimpan beberapa ton senjata kimia.

Tudingan tersebut didukung pula oleh pihak Perancis, yang berjanji akan memaparkan informasi intelijen tentang tudingan itu dalam waktu dekat.

"Israel meyakini pasukan pemerintah Suriah masih menyimpan beberapa ton senjata kimia," kata seorang jurubicara militer Israel kepada Reuters.

Media-media lokal sebelumnya mengabarkan, jumlah agen beracun yang dimiliki Presiden Assad mencapai tiga ton.

Informasi ini mengutip keterangan perwira militer yang menolak disebutkan namanya. 

Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault mengatakan dinas rahasia Perancis akan menunjukkan bukti-bukti terkait dalam beberapa hari ke depan.

Padahal, menurut perjanjian yang dimediasi Rusia dan PBB tahun 2013, Suriah bersedia menghancurkan semua cadangan senjata kimianya.

Baca: Presiden Bashar al-Assad Bersuara soal Senjata Kimia Suriah

Sekitar dua pekan lalu, tak kurang dari 90 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas akibat senjata kimia di Kota Khan Sheikoun.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia mengatakan, bom tersebut menggunakan zat sarin atau senyawa beracun serupa.

Temuan yang sama sebelumnya dipublikasikan oleh laboratorium kepolisian di Turki dan Inggris.

Baca: Tak Terbantahkan, Serangan Maut di Suriah Memakai Senjata Kimia

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, mengaku yakin 100 persen, serangan tersebut diperintah dan direncanakan secara langsung oleh Assad.

Penegasan ini diungkapkan Lieberman kepada harian Yedioth Ahronoth. Namun ia tidak merinci sumber informasi tersebut.

Sebaliknya, Suriah menepis tudingan mendalangi serangan di Khan Sheikhoun.

Pekan lalu Assad mengklaim pihaknya telah menyerahkan semua senjata kimia pada 2013.

Rusia dan Suriah sempat membuka cerita tandingan, bahwa militer pemerintah secara tidak sengaja menghancurkan gudang amunisi milik kelompok pemberontak di Khan Sheikhoun, yang ternyata menyimpan senjata kimia.

Baca: Serangan Senjata Kimia Tewaskan 70 Orang di Idlib, Suriah

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X