Terancam Dibunuh, Kaum Gay Melarikan Diri dari Chechnya - Kompas.com

Terancam Dibunuh, Kaum Gay Melarikan Diri dari Chechnya

Kompas.com - 20/04/2017, 14:52 WIB
Naira DAVLASHYAN / AFP Beberapa pria gay asal Chechnya melarikan diri dari negeri itu dan kini ditampung di sebuah rumah aman di Moskwa, Rusia.

MOSKWA, KOMPAS.com - Ilya terlihat lelah dan lusuh. Setelah disiksa para pria berseragam militer di Chechnya, dia kabur ke Moskwa.

Meski berhasil lolos dari penyiksaan, Ilya masih khawatir akan nyawanya, semuanya ini terjadi karena dia adalah seorang gay.

"Di Chechnya, saya hanya bisa memilih berbohong atau mati," ujar pria berusia 20 tahun itu.

Ilya kini bersembunyi di sebuah rumah kecil di pinggiran Moskwa bersama lima pria Chechnya lainnya setelah mereka lolos dari apa yang mereka sebut sebagai kampanye kekerasan terhadap kaum gay di salah satu wilayah Rusia itu.

Baca: Beritakan Nasib Gay di Chechnya, Harian Rusia Dapat Ancaman

Kelima pria itu menolak memberikan identitas asli karena khawatir seseorang akan mengenali dan melacak mereka.

"Jika salah satu kerabat mengatahui jika saya adalah gay, mereka tak akan ragu sedetikpun untuk membunuh saya," kata Nortcho (28), bukan nama sebenarnya.

"Dan jika mereka tak membunuh kami, mereka akan bunuh diri karena gagal menjaga kehormatan keluarga," tambah dia.

Meski sudah berada jauh dari Grozny, ibu kota Chechnya, Ilya masih sering terkejut saat mendengar suara mobil mendekati rumah tempatnya bersembunyi saat ini.

Ilya bisa meloloskan diri berkat bantuan sebuah LSM bernama Jaringan LGBT yang berbasis di Moskwa.

"Kami menerima 3-4 permintaan tolong setiap hari. Kami sudah membawa 20 orang yang teraniaya ini ke Moskwa," kata Olga Baranova, pemimpin LSM tersebut.

Sebagian warga Rusia memang dikenal tak bisa menerima kelompok gay, tetapi yang terjadi di Chechnya jauh berbeda.

Di negeri itu, homoseksual adalah hal tabu dan banyak yang menganggap kaum gay bermoral rendah dan pelakunya harus dihukum mati.

Baca: Pemerintah Chechnya Dituding Menahan dan Menyiksa Kaum LGBT

Pada akhir Maret lalu, harian berhaluan liberal dan kerap  mengkritik pemimpin Chechnya, Novaya Gazeta, menurunkan laporan soal penyiksaan terhadap kelompok gay di negeri itu.

Harian itu melaporkan, pemerintah Chechnya menahan sekitar 100 orang gay dan mendesak keluarga orang-orang itu membunuh mereka untuk "membersihkan kehormatan".

Dikabarkan setidaknya dua orang gay sudah dibunuh keluarga mereka sendiri dan orang ketiga tewas setelah disiksa.

Kadyrov sendiri membantah pihaknya telah menangkap dan menyiksa kelompok gay di Chechnya.

"Untuk membicarakan hal itu saja sungguh memalukan. Harian itu mengatakan ada penangkapan, pembunuhan, dan bahkan menyebutkan nama korban," ujar Kadyrov.

"Namun, orang itu masih hidup, sehat, dan saat itu berada di kediamannya," tambah Kadyrov.

Akibat menurunkan laporan kontroversial itu, Irina Gordiyenko, jurnalis Novaya Gazeta menerima ancaman kematian akibat laporannya itu.

EditorErvan Hardoko
SumberAFP,
Komentar

Close Ads X