Militer Filipina: Kami Tak Akan Rebut Pulau Baru di Laut China Selatan - Kompas.com

Militer Filipina: Kami Tak Akan Rebut Pulau Baru di Laut China Selatan

Kompas.com - 07/04/2017, 19:22 WIB
RITCHIE B. TONGO / POOL / AFP Seorang prajurit Filipina berjaga di pantai Pulau Pagasa di gugusan Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang disengketakan.

MANILA, KOMPAS.com - Angkatan bersenjata Filipina, Jumat (7/4/2017), mengatakan, mereka berencana meningkatkan fasilitas militer di beberapa pulau yang sudah mereka duduki di Laut China Selatan.

Militer Filipina menegaskan, mereka tidak akan menduduki atau merebut pulau-pulau baru di wilayah sengketa itu.

Pernyataan ini dirilis sehari setelah Presiden Rodrigo Duterte berniat mengirimkan tentara untuk menduduki "9-10" pulau di perairan tersebut.

"Konteks dari perintah itu adalah meningkatkan fasilitas di pulau-pulau yang sudah kami duduki," kata juru bicara militer Filipina, Kolonel Edgard Arevalo.

Kementerian pertahanan Filipina menjelaskan, pihaknya berencana membangun barak militer, sistem desalinasi air, pembangkit listrik, mercu suar, dan tempat berlindung bagi nelayan.

Baca: Duterte Kirim Pasukan untuk Duduki Pulau Kosong di Laut China Selatan

"Presiden belum lama ini mengumumkan rencana untuk meningkatkan dan mengimplementasikan rencana pembangunan Pagasa yang mencakup sembilan wilayah," ujar juru bicara kepresidenan, Ernesto Abella.

Pagasa yang dimaksud adalah salah satu wilayah di kepulauan Spratly yang diklaim sebagai milik Filipina.

"Ini adalah bagian dari mandatnya untuk memberikan yang terbaik bagi negara," tambah Abella.

Sebelumnya Duterte memang menginginkan 9-10 pulau di kawasan itu diduduki dan diperkuat.

Namun dia tidak menjelaskan apakah yang dia maksud pulau-pulau yang sudah dikuasai Filipina atau 40 pulau lain yang diklaim Manila.

Sebab, kata pakar hukum laut Filipina Jay Batongbacal, semua pulau di dalam kawasan Spratly yang diklaim Filipina sudah diduduki pasukan negara lain.

"Hanya beberapa karang dan gosong saja yang tak dihuni tentara saat ini," ujar Batongbacal.

 

EditorErvan Hardoko
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya