Selasa, 28 Maret 2017

Internasional

FBI Akui Selidiki Hubungan Donald Trump dan Pemerintah Rusia

Selasa, 21 Maret 2017 | 06:54 WIB
Drew Angerer / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP Direktur FBI James Comey saat memberikan keterangan di hadapan Kongres, Senin (20/3/2017).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Direktur FBI James Comey, Senin (20/3/2017), membenarkan pihaknya menggelar investigasi terkait dugaan hubungan tim kampanye Donald Trump dan Rusia dalam pemilihan presiden tahun lalu.

Dalam sidang di Kongres yang disiarkan langsung televisi, Comey menegaskan sejumlah anggota tim kampanye Trump memang dicurigai menjalin hubungan dengan Rusia sebagai upaya untuk memengaruhi hasil pemilihan presiden.

Pernyataan Comey ini seakan menjadi bantahan upaya Gedung Putih menyangkap tudingan terhadap pemerintahan Trump yang baru berusia dua bulan itu.

Selama ini, Gedung Putih selalu menyebut berita soal dugaan hubungan dengan Rusia sebagai berita palsu.

Meski mengakui melakukan investigasi, Comey menolak menjawab pertanyaan komite intelijen Kongres terkait apa dan siapa yang sedang diselidiki FBI.

Comey beralasan dia harus melindungi sebuah investigasi kontraintelijen yang sensitif dan masih berlangsung.

Namun, Comey mengakui bahwa FBI juga menyelidiki hubungan setiap individu dengan kampanye Trump dan pemerintah Rusia.

"Dan apakah terjadi kordinasi antara tim kampanye dan upaya Rusia itu," lanjut Comey.

Pukulan kedua yang dilayangkan Comey dalam sidang dengan Kongres itu adalah tuduhan Trump yang menyebut pendahulunya, Barack Obama, memerintahkan penyadapan Trump Tower menjelang  pemungutan suara.

"Departemen Kehakiman sudah meminta saya untuk memberi jawaban kepada Anda, dan jawaban kami sama dengan yang diberikan Departemen Kehakiman bahwa kami tak memiliki data untuk mendukung kicauan (Trump) itu," tambah Comey.

Keengganan Comey memberikan jawaban spesifik atau menanggapi laporan media soal hubungan Trump dengan Rusia, memberi ruang bagi Gedung Putih untuk mempertahankan diri.

"Tak ada bukti kolusi Trump-Rusia dan tak ada bukti skanda Trump-Rusia," ujar seorang pejabat pemerintah dalam pernyataan tertulisnya.

Hal yang sama kemudian disampaikan juru bicara Gedung Putih Sean Spicer kepada jurnalis.

"Menyusul kesaksian ini, sudah jelas bahwa tak ada yang berubah. Para pejabat senior intelijen secara terbuka mengatakan tak ada bukti kolusi Trump dan Rusia," ujar Spicer.

"Masih melakukan penyelidikan dan sudah memiliki bukti adalah dua hal yang berbeda," tambah Spicer.

 

Editor : Ervan Hardoko
Sumber: AFP,
TAG: