Selasa, 28 Maret 2017

Internasional

Genosida di Rwanda, Paus Fransiskus Mohon Ampun Atas Kegagalan Gereja

Selasa, 21 Maret 2017 | 06:16 WIB
AFP/Andreas Solaro Paus Fransiskus berdoa pada malam Natal yang menandai kelahiran Yesus Kristus, Sabtu (24/12/2016), di Basilika St Petrus di Vatikan.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus memohon pengampunan Tuhan untuk dosa dan kegagalan gereja serta jemaatnya, dalam aksi genosida yang di Rwanda tahun 1994.

Lebih dari 800.000 etnis Tutsi dan Hutu moderat dibunuh oleh ekstrimis Hutu di masa itu.

 

Baca: Terlibat Saat Genosida Tutsi di Rwanda, Gereja Katolik Memohon Maaf

Genosida atau genosid adalah sebuah pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau kelompok, dengan maksud memusnahkan bangsa tersebut.

Paus menyampaikan kesedihan mendalam dari Tahta Suci dan Gereja atas peristiwa genosida tersebut.

AFP memberitakan, hal itu tertuang dalam pernyataan tertulis Vatikan usai pertemuan antara Paus dan Presiden Rwanda Paul Kagame, Senin (20/3/2017).

"Paus kembali memohon pengampunan Allah atas dosa-dosa dan kegagalan Gereja dan jemaatnya," demikian tertulis dalam pernyataan itu. 

"Di antaranya imam dan orang-orang religius dan wanita yang menyerah pada kebencian dan kekerasan, mengkhianati misi penginjilan mereka sendiri."

Permohonan pengampunan dari Paus ini pun mengikuti permintaan dari Pemerintah Rwanda pada bulan November lalu.

Rwanda menuntut Gereja memohon maaf atas peran dalam pembantaian tersebut.

Sejak genosida terjadi dan memakan korban mayoritas dari suku minoritas Tutsi, Gereja Katolik telah dituduh dekat dengan rezim ekstremis Hutu yang berkuasa pada tahun 1994.

Sejumlah gereja menjadi tempat pembunuhan massal terhadap orang-orang yang mencari perlindungan di dalamnya.

Bahkan, tersiar kesaksian yang menyebutkan imam gereja pun menyerahkan para warga itu kepada rezim penguasa Hutu.

Baca: Belanda Ekstradisi 2 Tersangka Genosida Suku Tutsie ke Rwanda

Editor : Glori K. Wadrianto