Kamis, 23 Maret 2017

Internasional

Turki Belum Pernah Jadi Tuan Rumah Olimpiade, Erdogan Merasa Sedih

Senin, 20 Maret 2017 | 17:52 WIB
OZAN KOSE / AFP Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

ISTANBUL, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Senin (20/3/2017), mengakui bahwa dia masih merasa sedih karena negeri itu terus gagal menjadi tuan rumah Olimpiade.

Istanbul pernah menjadi salah satu kandidat Olimpiade musim panas 2020 tetapi dalam pemungutan suara pada September 2013 kalah dari Tokyo.

Hasil itu masih mengganggu Erdogan karena dia yakin Turki memiliki kemampuan untuk menggelar pesta olah raga skala internasional.

"Kita belum berhasil membawa Olimpiade ke negeri ini," kata Erdogan saat bertemu sejumlah pesepak bola ternama Turki di Istanbul.

"Namun, tahukah Anda apa yang paling mengganggu saya? Bahkan saat kita memiliki kelayakan, Olimpiade tak diberikan kepada kita," tambah Erdogan.

"Mereka memberikannya kepada negara yang sudah dua kali menjadi tuan rumah, bukan kepada yang baru pertama kali akan menjadi tuan rumah," lanjut Erdogan merujuk Tokyo yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade 1964.

Namun, dalam kesempatan itu Erdogan tidak menyebutkan apakah Turki akan mengajukan diri lagi menjadi tuan rumah Olimpiade di masa depan.

Erdogan hanya mengatakan, setelah banyak membangun infrastruktur olahraga dalam beberapa tahun terakhir, dia yakin Turki siap untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga.

Turki kini tengah mengajukan diri sebagai tuan rumah turnamen sepak bola Euro 2024. Negeri itu berharap pembangunan sejumlah stadion baru bisa membuat mereka bersaing menghadapi Jerman.

Dalam kesempatan yang sama, Erdogan mengumumkan rencana pembangunan sebuah stadion baru berkapasitas 40.000 orang di ibu kota Ankara yang memang kekurangan sarana olahraga bertaraf internasional.

Sebelumnya, banyak pengamat yakin Turki akan menjadi negara Muslim pertama yang menjadi tuan rumah Olimpiade pada 2020.

Sayangnya, upaya itu terkendala aksi unjuk rasa anti-pemerintah yang terjadi di seluruh Turki dan berbarengan dengan proses "bidding" pada Juni 2013.

Serangkaian serangan teror dan kudeta yang gagal tahun lalu membuat jaminan keamanan di Turki diragukan jika menjadi tuan rumah sebuah ajang internasional.

Tahun ini, Istanbul menjadi tuan rumah babak final four kompetisi bola basket Eropa, EuroLeague.

Editor : Ervan Hardoko
Sumber: AFP,
TAG: