Didakwa Hindari Pajak, Keluarga Pendiri Lotte Diadili di Seoul - Kompas.com

Didakwa Hindari Pajak, Keluarga Pendiri Lotte Diadili di Seoul

Kompas.com - 20/03/2017, 13:29 WIB
Dokumen Lotte Shopping Avenue Lotte Shopping Avenue

SEOUL, KOMPAS.com - Empat anggota keluarga pemilik pusat perbelanjaan Lotte, termasuk sang pendiri berusia 93 tahun, Senin (20/3/2017)  menjalani sidang di Seoul, Korea Selatan.

Keempatnya menjalani sidang karena dijerat dakwaan penggelapan uang, pengemplangan pajak, dan penipuan.

Sidang terhadap pemimpin perusahaan Shin Dong-bin (61), saudara laki-laki, saudara perempuan, dan ayahnya ditambah istri muda sang pendiri, digelar di saat keluarga terkaya kelima di Korea Selatan itu menghadapi tekanan dari China.

Perusahaan ini menyediakan lahan bagi pemerintah Korea Selatan untuk menaruh sistem pertahanan anti-rudal AS dan hal itu membuat Beijing berang.

Buntutnya, hampir 90 persen toko-toko Lotte di China dipaksa pemerintah setempat atau pengunjuk rasa yang marah untuk menutup operasi mereka.

Sehingga, sidang pengadilan ini menjadi pukulan baru terhadap keluarga konglomerat atau "chaebol" yang selama beberapa dekade mengendalikan perekonomian Korea Selatan.

Sebelumnya, mereka sudah menjadi sasaran kemarahan publik terkait skandal korupsi yang berakhir dengn pemakzulan Presiden Park Geun-hye.

Pemimpin Lotte Shin Dong-bin dituduh menguntungkan perusahaannya hingga 155 juta dolar lewat serangkaian penghindaran pajak, penipuan finansial, dan pelanggaran lainnya.

Dia juga dituduh memberikan kesepakatan bisnis atau gaji yang sangat besar kepada kerabat meski mereka hanya memiliki kontribusi kecil untuk perusahaan.

"Saya meminta maaf telah memicu keprihatinan. Saya akan bekerja sama sepenuh hati dengan pengadilan," ujar Shin kepada jurnalis sesaat sebelum memasuki ruang sidang.

Dakwaan serupa juga dijeratkan kepada saudara laki-lakinya, Shing Dong-joo, kakak perempuannya Shin Young-ja dan ayah mereka Shin Kyuk-ho.

Sejauh ini belum diketahui apakah pria berusia 93 tahun itu akan hadir di persidangan atau tidak.

Sementara itu, istri muda Shin Kyuk-ho yang berusia 57 tahun didakwa melakukan penggelapan uang karena mengantungi gaji terlampau besar untuk kontribusinya yang minim.

Kelompok usaha Lotte yang berbasis di Seoul ini pertama kali dibentuk pada 1948 di Tokyo, Jepang. Sejak saat itu kelompok usaha ini berkembang dengan aset-asetnya di Jepang dan Korea Selatan bernilai lebih dari 90 miliar dolar AS.

 

EditorErvan Hardoko
SumberAFP,
Komentar