Lelaki Ini Lamar Kekasihnya "Bermodal" Meteorit 33 Ton - Kompas.com

Lelaki Ini Lamar Kekasihnya "Bermodal" Meteorit 33 Ton

Kompas.com - 20/03/2017, 12:00 WIB
VIA CCTV China/ Facebook Lelaki yang melamar wanita idamannya dengan membawa batu meteorit seberat 33 ton di China.

URUMQI, KOMPAS.com - Sudah menjadi hal yang lazim bahwa hampir setiap pria yang ingin memenangkan hati perempuan idamannya, akan melakukan banyak hal mengejutkan.

Umumnya, kaum Adam bakal memberikan hadiah yang unik untuk kekasihnya, saat mereka akan menyampaikan pinangan.

Berlian adalah salah satu bebatuan yang kerap dijadikan pilihan untuk diberikan kepada wanita.

Namun, yang dilakukan seorang pria muda di Kota Urumqi, Provinsi Xinjiang, China ini sungguh mencengangkan.

Konon, dia merogoh kocek hingga satu juta Yuan atau hampir Rp 2 miliar untuk membeli sebuah batu seberat 33 ton yang diyakini sebagai meteorit.

Meteorit adalah batu meteor yang berhasil mencapai permukaan planet bumi.

Dalam foto menjadi viral di dunia maya terlihat, lelaki itu berlutut untuk menyampaikan lamarannya.

Sementara, batu besar itu, dibungkus dengan kain merah dan diletakkan menjadi latar di areal terbuka Urumqi City Square.

Tentu, pemandangan itu mengundang banyak perhatian dari para pejalan kaki. Warga pun mengeluarkan ponsel dan merekam peristiwa tersebut. 

Dilaporkan, laman India Express, sang wanita akhirnya menerima pinangan tersebut.

Selanjutnya, gambar-gambar yang menyebar di jejaring sosial mengundang banyak komentar netizen.

Sejumlah pengguna Facebook mengaku tak bisa membayangkan dari mana lelaki tersebut bisa mendapat batu ruang angkasa sebesar itu.

Sementara, netizen lainnya bertanya-tanya, hendak diapakan batu besar itu setelah lamarannya diterima?

"Tentu, perempuan itu tak akan mengenakannya."

“Seharusnya dia memasangkan batu itu di jari kekasihnya," tulis netizen lainnya.

“Mengapa bukan NASA (Lembaga Antariksa Amerika Serikat) yang membeli meteorit raksasa ini pertama kali?"

Tak lupa, netizen lain pun ada yang berkomentar, bahwa sebenarnya aksi ini tak berarti apa-apa selain menunjukkan bahwa "uang dapat membeli cinta juga".

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X