Capres Perancis Usia 39 Tahun Unggul dalam Jajak Pendapat - Kompas.com

Capres Perancis Usia 39 Tahun Unggul dalam Jajak Pendapat

Kompas.com - 20/03/2017, 08:30 WIB
AFP PHOTO Emmanuel Macron

PARIS, KOMPAS.com - Emmanuel Macron unggul dalam jajak pendapat pemilihan presiden Perancis.

Jajak pendapat yang digelar lembaga survei BVA ini dilakukan setelah pengukuhan 11 calon presiden oleh Komite Konstitusi Perancis.

Hasilnya menunjukkan Macron unggul dengan 62 persen. 

Di belakangnya menyusul Marine Le Pen, kandidat Partai Front Nasional berhaluan kanan-jauh, yang mengumpulkan 38 persen. 

Seperti dilaporkan Reuters, Minggu (19/3/2017), Komite Konstitusi Perancis telah menetapkan 11 capres yang layak bertarung menuju Istana Presiden Elysee.

Sebelumnya, ajang pilpres Perancis ini diprediksi akan berlangsung dua putaran. Putaran pertama akan digelar 23 April.

Sebab, hasil survei terdahulu menunjukkan tidak ada capres mana pun yang mencapai raihan lebih dari 50 persen.

Le Pen yang menjadi pemimpin gerakan populis Perancis dengan kampanye anti imigrannya diperkirakan akan memimpin putaran pertama dengan 26 persen.

Macron membututi Le Pen dengan raihan 25 persen

Maka, politisi wanita berusia 48 itu diprediksi akan melawan Macron di pilpres putaran dua yang akan digelar pada 7 Mei.

Runtuhnya dominasi

Hal menarik dari pilpres tahun ini adalah runtuhnya dominasi dua partai besar Perancis yang selalu mengirim kandidatnya bertarung di putaran dua.

Kandidat partai berkuasa, Benoit Hamon dari Partai Sosialis terpuruk di urutan keempat dengan hanya meraih 12,5 persen.

Anjloknya raihan Hamon tidak mengejutkan mengingat betapa luar biasa tidak populernya Presiden petahana Francois Hollande.

Dengan popularitas yang menyentuh angka empat persen, Hollande menjadi petahana pertama dalam sejarah Perancis yang memutuskan tidak maju dalam Pilpres, untuk periode kedua.

Sementara itu, Francois Fillon, kandidat partai Republik berhaluan konservatif terpuruk setelah rentetan skandal yang mengguncangnya.

Fillon sempat menjadi favorit kuat untuk maju ke putaran dua dan mengalahkan Le Pen.

Namun, kampanyenya menjadi kacau setelah sebuah harian di Perancis menudingnya membayar istrinya, Penelope Fillon, hingga setengah juta Euro untuk melakukan pekerjaan fiktif.

Fillon saat ini sedang menjalani investigasi oleh otoritas hukum Perancis.

Terpuruknya Hamon dan blunder Fillon membuka jalan bagi Macron.

Sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Ekonomi di kabinet Hollande ini dijuluki sebagai “rising star”di kancah politik Perancis.

Mantan bankir ini sebelumnya sama sekali tidak diperhitungkan untuk menang. Namun, kharismanya telah menyihir rakyat Perancis hingga selalu memenuhi arena kampanyenya.

Macron yang menyebut diri sebagai politisi generasi baru berhaluan moderat ini membentuk gerakan politik bernama En Marche.

En Marche kemudian menjelma menjadi partai politik.

Jika terpilih, Macron yang merupakan anak asuh politik didikan Presiden Hollande, akan menjadi Presiden termuda dalam sejarah Perancis.

Macron dilahirkan pada 21 Desember 1977 dan kini baru menginjak usia 39 tahun.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM