"Paus ke Mesir, Bela Warga Kristen yang Dianiaya ISIS di Sinai Utara" - Kompas.com

"Paus ke Mesir, Bela Warga Kristen yang Dianiaya ISIS di Sinai Utara"

Kompas.com - 19/03/2017, 11:19 WIB
ANDREAS SOLARO / AFP Paus Fransiskus

VATIKAN, KOMPAS.com - Rencana kunjungan Pemimpin umat Katolik sedunia Paus Fransiskus ke Mesir pada 28-29 April mendatang dipandang sebagai cermin hubungan baik antara Katolik dan Islam.

Kunjungan itu, seperti diberitakan Sabtu (18/3/2017), akan menjadi kesempatan bagi Paus untuk membangun kualitas hubungan antarumat beragama di Mesir.

Umat Kristen, yang sebagai besar pemeluk aliran ortodok, jumlahnya mencapai 10 persen dari penduduk di Mesir. Mayoritas penduduk di negeri itu adalah pemeluk Islam Suni.

Kekerasan sektarian sesekali pecah di Mesir, menyangkut isu pembangunan gereja, perpindahan agama, dan hubungan antar umatberagama.

Baca: Paus Fransiskus ke Mesir, Cermin Hubungan Baik Muslim dan Katolik

Namun lebih dari prediksi normatif tersebut, kunjungan Paus ini dilakukan di tengah aksi kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS), yang menyerang umat Kristen Mesir, di Sinai Utara.

Kelompok teroris ISIS yang beroperasi di Mesir baru-baru ini melansir sebuah video yang menyerukan niat mereka untuk menghilangkan umat Kristen dari Mesir dan "membebaskan" Kairo.

Seperti diberitakan Reuters, Kairo adalah kota yang akan dikunjungi Paus dalam lawatan mendatang.

Seorang analis Vatikan dan juga penulis buku, John L. Allen, menilai, kedatangan Paus ke Kairo harus dijadikan kesempatan untuk mendukung dan membela umat Kristen yang kini dianiaya di Sinai Utara.

Allen mencatat, serangan kepada kelompok minoritas Kristen Koptik di Mesir kian hari kian menjadi masalah yang memburuk.

Sehingga, menurut dia, kedatangan Paus memiliki arti penting dalam memberikan dukungan dan pembelaan bagi warga minoritas Kristen yang sedang tertindas.

Allen meyakini, kunjungan ini akan menyoroti upaya Vatikan dan Universitas Al-Azhar, sebagai pusat pendidikan terkemuka Islam Sunni, untuk menyatakan delegitimasi kekerasan dengan dalih agama.

Namun, Allen menegaskan, upaya yang dilakukan Paus seharusnya lebih dari itu.

“Kemitraan Paus dan Al-Azhar harus mampu memberikan desakan yang besar kepada negara dalam menjamin keselamatan warga Kristen di negara itu," tulis Allen yang dikutip laman Breitbart News.

“Jika tidak demikian, risikonya adalah rangkaian penganiayan yang dialami warga Kristen Mesir akan seperti tak diakui telah terjadi," sambung dia. 

Breitbart News dalam pemberitaan awal bulan ini menyebut, kelompok teroris ISIS di Sinai Utara telah mendorong lebih dari 250 keluarga Kristen di Kota al-Arish, hijrah ke 13 provinsi lain. 

Serangkaian serangan brutal kepada warga Kristen di sana memicu laju pengungsian tersebut.

Samir Khalil Samir, seorang Profesor Studi Islam di the Pontifical Oriental Institute di Roma, kepada Radio Vatikan mengungkapkan pandangannya.

Menurut dia, para teroris ISIS berniat "membersihkan" seluruh semenanjung Sinai dan menjadikannya sebagai daerah pendudukan baru.

Hal itu harus dilakukan ISIS sejak para teroris itu kehilangan kendali di Suriah dan Irak, dan kemudian melarikan diri ke Sinai demi melanjutkan perlawanan mereka.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X