Selasa, 28 Maret 2017

Internasional

Paus Fransiskus ke Mesir, Cermin Hubungan Baik Muslim dan Katolik

Minggu, 19 Maret 2017 | 10:34 WIB
Gabriel Bouys/Pool/File Photo/REUTERS Pemimpin umat Katolik Sedunia Paus Fransiskus dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi berjabat tangan pada 24 November 2014, di Vatikan.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Pemimpin umat Katolik sedunia Paus Fransiskus bakal mengunjungi Mesir bulan depan.

Perjalanan itu dinilai sebagai sebuah kesempatan dalam upaya mempromosikan hubungan baik antara Muslim dan Katolik. 

Paus menerima undangan dari Presiden Francis President Abdel Fattah al-Sisi untuk mengunjungi Kairo, pada 28-29 April mendatang.

Undangan serupa pun datang dari Keuskupan Mesir, Pemimpin Gereja Koptik Alexandria, dan otoritas Muslim di Mesir, Al-Azhar.

Demikian informasi yang dituangkan dalam sebuah pernyataan tertulis Vatican, pada Sabtu waktu setempat, seperti dikutip kantor berita Reuters

Umat Kristen, yang sebagai besar pemeluk aliran ortodok, jumlahnya mencapai 10 persen dari penduduk di Mesir.

Mayoritas penduduk di negeri itu adalah pemeluk Islam Suni.

Baca: Paus ke Mesir, Bela Warga Kristen yang Dianiaya ISIS di Sinai Utara

Kekerasan sektarian sesekali pecah di Mesir, menyangkut isu pembangunan gereja, perpindahan agama, dan hubungan antar umatberagama. 

Paus disebut memiliki semangat yang besar untuk memperbaiki kualitas hubungan antarumat beragama di Mesir.

Sejak dia terpilih di tahun 2013, setahun kemudian Paus telah bertemu dengan Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb di Vatican.

Pertemuan kala itu adalah untuk mencairkan hubungan, setelah Al-Azhar, yang membawahi 1.000 masjid dan pusat perguruan tinggi, memutuskan kontak dengan Vatikan pada 2011.

Pemutusan kontak itu dipicu pernyataan Paus sebelumnya, Paus Benediktus XVI, yang dinilai kerap menyerang Islam. 

Paus Benediktus pernah mengeluarkan kecaman sambil menyebut bahwa kekerasan di Mesir memang menyasar umat Kristen.

Hal itu mengacu kepada peristiwa peledakan bom di luar sebuah gereja di Alexandria, yang menewaskan 23 orang, kala itu.

Kemudian, sebuah bom yang meledak di Katedral Koptik terbesar di Kairo yang menewaskan 25 orang dan melukai 49 lainnya. 

Paus Fransiskus pun berupaya mengakhiri aksi yang dia sebut sebagai genosida umat Kristen di Timur Tengah,

Namun Paus menegaskan, adalah sebuah kesalahan jika menyamakan Islam dengan kekerasan. 

Menanggapi rencana kunjungan ini, Presiden Mesir mengaku, Mesir menyambut baik kedatangan Paus Fransiskus

Al-Sisi berharap kunjungan itu mendatangkan dampak yang signifikan dalam memperkuat perdamaian, toleransi dan dialog antarumat beragama, serta penolakan kekejaman terorisme dan ekstremisme.

Editor : Glori K. Wadrianto