Selasa, 28 Maret 2017

Internasional

Jalan Raya di Lima Berubah Jadi Sungai yang Deras

Sabtu, 18 Maret 2017 | 10:01 WIB
Reuters Dua anggota tim penyelamat menyeberangkan seorang perempuan di sebuah ruas jalan utama yang berubah menjadi sungai coklat dengan arus yang deras di Distrik Huachipa, Lima, ibu kota Peru, Jumat (17/3/2017)

LIMA, KOMPAS.com – Banjir bandang menyusul hujan deras di Lima, ibu kota Peru, menyebabkan ribuan orang terkena dampak, Jumat (17/3/2017).

Kejadian itu memaksa tim penyelamat untuk mencari jalan keluar guna mengevakuasi ribuan warga yang terjebak di sebuah jalan yang mendadak berubah menjadi sungai berwarna coklat dengan arus yang deras.

Kantor berita Agence France-Presse melaporkan, hujan lebat telah turun tak henti-hentinya selama beberapa minggu ini di bagian hulu hingga Lima.

Rumah-rumah warga di pinggiran Lima, ibu kota berpenduduk 10 juta orang, tergenang banjir. Namun, kontrasnya, banjir di ibu kota Peru itu terjadi saat panas terik.

Banyak warga juga terjebak tanah longsor yang memblokade jalan raya utama yang menghubungkan Lima dengan Peru tengah.

Dalam salah satu adegan dramatis, tim penyelamat menggunakan seutas tali untuk membantu menyelamatkan warga di kawasan Huachipa, Lima.

Banjir itu juga terjadi di tengah suhu panas terik, namun hujan di bagian hulu telah memicu banjir tersebut.

Mereka menyeberangi jalan yang tiba-tiba telah berubah menjadi sungai berwarna coklat dengan aliran air yang sangat deras.  Beberapa mobil pribadi dan truk di jalan pun terseret.

Tiga orang tewas akibat banjir di La Libertad, Peru utara. Juga 15 orang tewas di Distrik Yauya, Anchas, Peru tengah. Jumlah total kematian akibat bencana alam tahun ini menjadi 65 orang.

MARTIN MEJIA/ASSOCIATED PRESS Seorang perempuan dievakuasi melalui seutas tali ke tempat yang lebih aman di Lima, Peru, Jumat (17/3/2017). Banjir menyusul hujan lebat akibat El Nino merusak 115.000 rumah, merobohkan 117 jembatan, dan memutus jalan utama di sejumlah tempat di Peru.
Banjir banjang dipicu oleh El Nino, di mana suhu panas berlebihan melanda permukaan Samudera Pasifik yang membuat pola cuaca menjadi kacau dalam beberapa tahun ini.

El Nino tahun ini telah memicu bencana besar yang membuat Peru dalam kesulitan.

"Ini situasi yang sulit, tidak ada keraguan lagi tentang hal itu. Tapi kami memiliki sumber daya untuk menghadapinya,” kata Presiden Pedro Pablo Kuczynski.

Pemerintah mengumumkan akan menggelontorkan dana darurat 2,5 miliar sol atau 760 juta dollar AS untuk membangun pemulihan kembali daerah yang terkena dampak.

Editor : Pascal S Bin Saju