Korut Sudah 20 Tahun Abaikan Peringatan Terkait Ambisi Nuklir - Kompas.com

Korut Sudah 20 Tahun Abaikan Peringatan Terkait Ambisi Nuklir

Kompas.com - 18/03/2017, 08:24 WIB
KCNA Kantor berita Korea Utara, KCNA, mengklaim, pemimpin negara itu, Kim Jong Un, telah mengunjungi fasilitas yang menjadi tempat penyimpanan hulu ledak nuklir.

SEOUL, KOMPAS.com – Amerika Serikat menyatakan kebijakan 'kesabaran strategis' atas Korea Utara (Korut) sudah berakhir dan mengisyaratkan kemungkinan menempuh aksi militer.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk membujuk Pyongyang agar menghentikan ambisi nuklirnya.

Namun, setelah dua dasawarsa atau 20 tahun berlalu, upaya membujuk Korut telah gagal karena Pyongyang sama sekali tidak menggubrisnya.

Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, mengatakan hal itu ketika berada di Seoul, Korea Selatan, pada Jumat (17/3/2017).

Oleh karena itu, kata Tillerson, jika ancaman senjata pemusnah massal Korut itu terus meningkat maka pilihan untuk melakukan aksi militer masih tersedia “di atas meja”.

“Biarkan saya menjelaskannya: kebijakan kesabaran strategis telah berakhir," kata Tillerson seperti dilaporkan Associated Press.

Penegasannya itu diletakkan dalam rangkaian pembicaraan tentang langkah-langkah baru AS seperti diplomasi, keamanan, dan ekonomi.

Tillerson membela pengerahan sistem pengkal rudal AS yang disebut THAAD di Korsel, yang dikecam oleh Korut dan juga sangat dikhawatirkan China.

Washington dan Seoul menegaskan, sistem pertahanan rudal tercanggih THAAD sangat dibutuhkan untuk mempertahankan diri dari kemungkinan Korut bertindak brutal.

Begitu tiba di Seoul, setelah menyelesaikan lawatan di Jepang, Tillerson juga mengunjungi kawasan demiliterisasi yang memisahkan Korut dan Korsel.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan untuk aksi militer, Tillerson menjawab, "Jelas kami tidak menginginkan hal-hal untuk masuk dalam konflik milter."

KIM JAE-HWAN / AFP Warga Korea Selatan di Seoul melakukan aksi unjuk rasa menentang uji coba nuklir Korea Utara.
"Namun jika mereka meningkatkan ancaman dari program senjatanya ke tingkat yang kami yakini memerlukan aksi, maka pilihan itu masih tersedia di atas meja," ujarnya.

Sebelumnya, Korut menggelar uji coba rudal dan nuklir. Dua pekan lalu, Korut menembakkan empat rudal balistiknya ke Luat Timur atau Laut Jepang, yang membuat Korsel dan Jepang meradang.

Terkait dengan itu, Tillerson meminta China untuk menerapkan sanksi PBB sepenuhnya sebagai tanggapan atas uji coba nuklir dan rudal Korut.

Tentang uji coba penembakan rudal balistik Korut, Pyongyang mengatakan, mereka ingin menyerang pangkalan AS di Jepang. Washington pun meradang setelah mendengar ancaman itu, yang lalu ditanggapi dengan pemasangan sistem THAAD di Korsel.

AS masih mempertahankan hampir 30.000 tentara di Korsel dan hampir 50.000 tentara lain di negara tetangganya di Jepang.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Terkini Lainnya

'Mukjizat Tuhan Terus Bekerja dalam Orang yang Dilupakan...'

"Mukjizat Tuhan Terus Bekerja dalam Orang yang Dilupakan..."

Regional
Paus Fransiskus Nikahkan Pasangan Kru Pesawat di Tengah Penerbangan

Paus Fransiskus Nikahkan Pasangan Kru Pesawat di Tengah Penerbangan

Internasional
Cerita Idrus Marham yang Dua Kali Diusir dari Kemensos

Cerita Idrus Marham yang Dua Kali Diusir dari Kemensos

Nasional
Ini Syarat Ikut Program Rumah DP 0 Rupiah

Ini Syarat Ikut Program Rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan
Perjalanan Anies-Sandi Mewujudkan Rumah DP 0 yang Dulu Diragukan...

Perjalanan Anies-Sandi Mewujudkan Rumah DP 0 yang Dulu Diragukan...

Megapolitan
Tokoh Oposisi Zimbabwe Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di New Mexico

Tokoh Oposisi Zimbabwe Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di New Mexico

Internasional
Tolak Rangkap Jabatan, Wiranto Dinilai Lebih Konsisten daripada Jokowi

Tolak Rangkap Jabatan, Wiranto Dinilai Lebih Konsisten daripada Jokowi

Nasional
Longsoran Bastem yang Tutupi Jalan Trans Sulawesi Sulit Dievakuasi

Longsoran Bastem yang Tutupi Jalan Trans Sulawesi Sulit Dievakuasi

Regional
Rumah Cimanggis yang Terancam Digusur untuk Kampus UIII Berusia Lebih dari 200 Tahun

Rumah Cimanggis yang Terancam Digusur untuk Kampus UIII Berusia Lebih dari 200 Tahun

Megapolitan
Pilkada Serentak, 7 Daerah di Jawa Barat Akan Dipimpin Pelaksana Tugas

Pilkada Serentak, 7 Daerah di Jawa Barat Akan Dipimpin Pelaksana Tugas

Regional
KPU Tak Gubris Konflik Parpol dalam Proses Verifikasi Faktual, Hanura Walk Out

KPU Tak Gubris Konflik Parpol dalam Proses Verifikasi Faktual, Hanura Walk Out

Nasional
Bertabrakan Dengan UU TNI dan Polri, UU Pilkada Perlu Direvisi

Bertabrakan Dengan UU TNI dan Polri, UU Pilkada Perlu Direvisi

Nasional
Berita Terpopuler: Swedia Bersiap Perang, hingga Skandal Trump dengan Aktris Porno

Berita Terpopuler: Swedia Bersiap Perang, hingga Skandal Trump dengan Aktris Porno

Internasional
Uniknya 'Paper Cut' Banyuwangi, dari Kebo-keboan Sampai Fitri Carlina

Uniknya "Paper Cut" Banyuwangi, dari Kebo-keboan Sampai Fitri Carlina

Regional
Rumah DP 0 di Klapa Village Dipastikan Tak Dibangun di Lahan Mangkrak

Rumah DP 0 di Klapa Village Dipastikan Tak Dibangun di Lahan Mangkrak

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM