Selasa, 28 Maret 2017

Internasional

Trump Desak Merkel Penuhi Target Pembelanjaan Militer NATO

Sabtu, 18 Maret 2017 | 07:12 WIB
VIA VOA INDONESIA Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden AS Donald Trump

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Jumat (17/3/2017), bertemu untuk pertama kalinya dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, di tengah berbagai perbedaan pandangan yang tajam terkait kebijakan pengungsi atau imigran.

Dalam pertemuan ini, Trump antara lain mendesak Merkel untuk memenuhi pembiayaan militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Trump juga menekankan dukungan kuatnya bagi NATO.

Pertemuan antara pemimpin negara dengan perekonomian terbesar Eropa dan presiden AS itu dianggap sebagai momentum yang bisa menentukan masa depan persekutuan transatlantik serta membentuk hubungan kerja mereka.

"Saya menekankan kepada Kanselir Merkel dukungan kuat saya bagi NATO juga pentingnya para sekutu NATO kita untuk membayar bagian mereka terkait biaya pertahanan," kata Trump dalam jumpa pers bersama dengan Merkel.

Merkel mengatakan ia menyampaikan kepada Trump bahwa Jerman perlu memenuhi tujuan-tujuan pembiayaan NATO.

Kedua pemimpin juga membahas masalah Ukraina dan Afganistan.

Trump mengatakan ia berharap Amerika Serikat akan menjalankan perdagangan dengan Jerman dengan sangat baik.

Sementara itu, Merkel mengatakan ia menginginkan Amerika Serikat dan Uni Eropa bisa meneruskan pembahasan mengenai perjanjian perdagangan.

Trump mengutarakan bawa ia tidak setuju dengan paham pengucilan namun menegaskan bahwa kebijakan perdagangan seharusnya lebih adil.

Saat jumpa pers, Trump ditanya wartawan soal pernyataannya yang tanpa bukti bahwa pendahulunya, presiden Barack Obama, telah menyadapnya pada masa kampanye pemilihan presiden AS tahun lalu.

Trump menepis pertanyaan tersebut dengan mengatakan ia "sangat jarang" menyesali apa pun yang ia nyatakan melalui Twitter.

Presiden AS itu mengatakan, "Setidaknya kami (mengalami) hal yang sama." Komentarnya itu tampaknya merujuk pada berbagai laporan pada masa kepresidenan Obama bahwa Amerika Serikat telah menyadap telepon Kanselir Merkel.

Pemimpin-pemimpin Kongres dari Partai Demokrat maupun Partai Republik mengatakan mereka tidak percaya bahwa Trump disadap.

Sebagai kandidat president, Trump pernah mengkritik Merkel yang membiarkan ratusan ribu pengungsi membanjiri Jerman.

Saat jumpa pers pada Jumat, Merkel mengisyaratkan soal perbedaannya dengan Trump. "Kami (Merkel dan Trump) tentu saja bertukar pikiran tentang (masalah pengungsi) ini," ujar Merkel.

Merkel memiliki hubungan erat dengan para pendahulu Trump, yaitu Barack Obama dan George W Bush.

Ia tampaknya berupaya menjalin hubungan kerja yang kuat dengan Trump kendati ada berbagai perbedaan kebijakan utama serta kewaspadaan di Jerman terhadap presiden AS yang bekas pengusaha New York itu.

Editor : Pascal S Bin Saju
Sumber: Ant/Reuters,