Diancam ISIS, India Perketat Keamanan di Taj Mahal - Kompas.com

Diancam ISIS, India Perketat Keamanan di Taj Mahal

Kompas.com - 17/03/2017, 20:09 WIB
Reuters/Cathal Mcnaughton Taj Mahal di Agra, India utara, merupakan salah satu destinasi utama wisatawan asing jika melakukan perjalanan ke negara itu.

AGRA, KOMPAS.com - Pemerintah India memperketat keamanan di kompleks Taj Mahal di kota Agra setelah kelompok militan pro- ISIS mengancam akan menyerang tempat bersejarah itu.

Sejumlah foto yang dipublikasikan media setempat menampilkan beberapa orang yang mengenakan pakaian militer dan penutup kepala berwarna hitam di Taj Mahal, lokasi wisata paling populer di India.

Kelompok intelijen Site yang berbasis di AS, yang melacak aktivitas kelompok-kelompok militan, mengatakan kelompok pro- ISIS Ahwaal Ummat pertama kali mengunggah foto itu lewat media sosial Telegram pada Selasa lalu.

"Sejauh ini tak ada informasi intelijen spesifik soal serangan ini atau peringatan resmi. Namun berdasarkan pemberitaan media kami tetap meningkatkan keamanan di Taj Mahal," kata perwira polisi Preetender Singh, Jumat (17/3/2017).

"Latihan pengamanan dilakukan setiap enam jam, dan bukan satu kali sehari seperti biasanya," tambah Singh.

Anggota tim penjinak bom dan pasukan khusus kepolisian SWAT dikerahkan dengan tambahan personel untuk berpatroli di Sungai Yamuna yang mengalir di dekat Taj Mahal.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, maka kami perketat keamanan dan kami siap untuk mengatasi setiap masalah. Taj Mahal ada di tangan yang tepat," tambah Singh.

Para pemimpin India mengatakan ISIS tak memiliki pengaruh di negeri berpenduduk 1,2 miliar yang memiliki komunitas Muslim cukup besar tetapi cenderung moderat.

Beberapa kali muncul kabar beberapa orang India bertempur bersama ISIS di Irak dan Suriah, tetapi jumlah mereka relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah populasi.

Pekan lalu, polisi mengatakan, seorang simpatisan ISIS diduga terlibat dalam sebuah peledakan kereta api yang mengakibatkan 10 orang luka, tewas dalam baku tembak dengan polisi.


EditorErvan Hardoko
SumberAFP,
Komentar