Kamis, 23 Maret 2017

Internasional

Begini Cara Menhan AS Bergurau dengan Menlu Arab Saudi

Jumat, 17 Maret 2017 | 19:44 WIB
NICHOLAS KAMM / AFP Menteri Pertahanan AS, James Mattis.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pertemuan antara para pejabat tinggi negara ternyata tak selalu berjalan dalam suasana tegang.

Senda gurau kerap muncul untuk menurunkan ketegangan dan mencairkan suasana yang kaku.

Begitu pula dalam pembicaraan antara Menteri Pertahanan AS James Mattis dan Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir.

Saat menyapa Al-Jubeir, Menhan Mattis mengingatkan rekannya itu akan upaya pembunuhan terhadapnya pada 2011.

"Halo, senang sekali melihat Anda dalam keadaan hidup. Orang-orang Iran mencoba membunuh Anda," ujar Mattis saat bertemu Al-Jubeir di Washington DC.

Adel al-Jubeir lolos dari percobaan pembunuhan pada 2011 saat dia menjadi duta besar Arab Saudi di Washington DC.  Rencana pembunuhan Al-Jubeir itu diyakini didalangi pemerintah Iran.

Dalam sidang di pengadilan federal di New York terungkap nama dua orang yang terlibat dalam rencana pembunuhan itu yaitu Manssor Arbabsiar dan Gholam Shakuri.

Manssor Arbabsiar kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara 25 tahun. Sedangkan Gholam yang adalah perwira Garda Revolusi Iran bisa meloloskan diri dan kembali ke negaranya.

Iran diduga kuat terlibat dalam sejumlah upaya pembunuhan diplomat Saudi dalam kurun waktu 1989-1990.

Dari serangkaian upaya itu salah satunya adalah rencana pembunuhan diplomat Saudi di Thailand, Abdullah al-Maliki, Abdullah al-Basri, Fahd al-Bahli, dan Ahmad al-Saif.

Pada 2011, Iran juga diduga terlibat dalam pembunuhan diplomat Arab Saudi Hassan al-Qahtani di kota Karachi, Pakistan.

Pada 2016, terjadi upaya pembunuhan terhadap Menteri Urusan Negara-negara Teluk Thamer al-Asbahan.

Namun upaya pembunuhan Al-Asbahan, yang waktu itu adalah duta besar Saudi utuk Irak, gagal dilakukan para milisi bersenjata Irak.

Editor : Ervan Hardoko
Sumber: Al Arabiya,
TAG: