Dianggap Sebabkan Polusi Udara, Pria China Dipenjara - Kompas.com

Dianggap Sebabkan Polusi Udara, Pria China Dipenjara

Kompas.com - 17/03/2017, 19:14 WIB
AFP PHOTO / GREG BAKER Seorang wanita mengenakan masker wajah saat mengambil foto di sekitar Forbidden City yang diselimuti oleh kabut asap polusi udara, Selasa, 8 Desember 2015. Pemerintah Kota Beijing, Senin sore, untuk pertama kalinya dalam sejarah menaikan status kabut menjadi darurat berstatus ?berwarna merah? yang merupakan status darurat paling tinggi.

BEIJING, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, seseorang ditahan setelah dituduh menyebabkan polusi udara di Beijing.

Pria yang ditahan itu adalah seorang pekerja di perusahaan mesin pemanas ruangan di ibu kota China tersebut.

Pekerja yang hanya disebut bernama Zhao itu ditahan pada Senin lalu setelah dituding melakukan malapraktik yang menyebabkan bertambahnya polutan di udara.

Zhao menjadi orang pertama yang ditahan di Beijing di bawah undang-undang linkungan 2015 karena dianggap menyebabkan polusi udara.

Awal bulan ini, petugas menemukan sebuah ketel di perusahaan pemanas udara di distrik Mentougou menghasilkan sulfur dioksida 10 kali lebih banyak dari batas yang ditetapkan.

Petugas menilai Zhao sebagai pekerja terbukti bersalah karena melanggar prosedur baku sehingga fasilitas disulfurisasi di tempat itu tak beroperasi.

Di China, biasanya seseorang akan terlebih dulu menjalani hukuman administratif berupa kurungan selama 15 hari. Namun, tak diketahui berapa lama hukuman yang dijatuhkan kepada Zhao.

Sedangkan, perusahaan pemanas ruangan yang tak disebutkan namanya itu telah dikenakan hukuman denda, tetapi jumlah denda juga tak diketahui.


EditorErvan Hardoko
SumberECNS
Komentar

Terkini Lainnya

'Mukjizat Tuhan Terus Bekerja dalam Orang yang Dilupakan...'

"Mukjizat Tuhan Terus Bekerja dalam Orang yang Dilupakan..."

Regional
Paus Fransiskus Nikahkan Pasangan Kru Pesawat di Tengah Penerbangan

Paus Fransiskus Nikahkan Pasangan Kru Pesawat di Tengah Penerbangan

Internasional
Cerita Idrus Marham yang Dua Kali Diusir dari Kemensos

Cerita Idrus Marham yang Dua Kali Diusir dari Kemensos

Nasional
Ini Syarat Ikut Program Rumah DP 0 Rupiah

Ini Syarat Ikut Program Rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan
Perjalanan Anies-Sandi Mewujudkan Rumah DP 0 yang Dulu Diragukan...

Perjalanan Anies-Sandi Mewujudkan Rumah DP 0 yang Dulu Diragukan...

Megapolitan
Tokoh Oposisi Zimbabwe Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di New Mexico

Tokoh Oposisi Zimbabwe Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di New Mexico

Internasional
Tolak Rangkap Jabatan, Wiranto Dinilai Lebih Konsisten daripada Jokowi

Tolak Rangkap Jabatan, Wiranto Dinilai Lebih Konsisten daripada Jokowi

Nasional
Longsoran Bastem yang Tutupi Jalan Trans Sulawesi Sulit Dievakuasi

Longsoran Bastem yang Tutupi Jalan Trans Sulawesi Sulit Dievakuasi

Regional
Rumah Cimanggis yang Terancam Digusur untuk Kampus UIII Berusia Lebih dari 200 Tahun

Rumah Cimanggis yang Terancam Digusur untuk Kampus UIII Berusia Lebih dari 200 Tahun

Megapolitan
Pilkada Serentak, 7 Daerah di Jawa Barat Akan Dipimpin Pelaksana Tugas

Pilkada Serentak, 7 Daerah di Jawa Barat Akan Dipimpin Pelaksana Tugas

Regional
KPU Tak Gubris Konflik Parpol dalam Proses Verifikasi Faktual, Hanura Walk Out

KPU Tak Gubris Konflik Parpol dalam Proses Verifikasi Faktual, Hanura Walk Out

Nasional
Bertabrakan Dengan UU TNI dan Polri, UU Pilkada Perlu Direvisi

Bertabrakan Dengan UU TNI dan Polri, UU Pilkada Perlu Direvisi

Nasional
Berita Terpopuler: Swedia Bersiap Perang, hingga Skandal Trump dengan Aktris Porno

Berita Terpopuler: Swedia Bersiap Perang, hingga Skandal Trump dengan Aktris Porno

Internasional
Uniknya 'Paper Cut' Banyuwangi, dari Kebo-keboan Sampai Fitri Carlina

Uniknya "Paper Cut" Banyuwangi, dari Kebo-keboan Sampai Fitri Carlina

Regional
Rumah DP 0 di Klapa Village Dipastikan Tak Dibangun di Lahan Mangkrak

Rumah DP 0 di Klapa Village Dipastikan Tak Dibangun di Lahan Mangkrak

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM