Kamis, 23 Maret 2017

Internasional

Diplomasi Kuliner lewat Tempe di Qatar, "Delicious... Tasty"

Jumat, 17 Maret 2017 | 11:14 WIB
KBRI Doha Tempe diperkenalkan pada International Day Festival di Doha, Qatar, Kamis (16/3/2017). Tampak penjaga booth Indonesia berpose dengan dua pria asing yang berkunjung ke booth tersebut.

DOHA, KOMPAS.coom - Komunitas diaspora mempromosikan  makanan tradisional khas Indonesia, tempe  pada  acara tahunan  International Day Festival yang dilaksanakan di salah satu sekolah elite di Doha, Qatar,  Kamis (16/3/2017).

Ratusan pengunjung yang terdiri dari  orangtua murid dan siswa-siswi memenuhi Pearling Season International School di Doha, demikian Minister Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, melaporkan untuk Kompas.com.

Utusan dari lebih dari 50 negara di dunia menghadiri festival tersebut. Berbagai negara berlomba-lomba memperkenalkan  kesenian dan kuliner negaranya.

Indonesia tampil dengan stand  penuh dekorasi gaya khas Nusantara dan pakaian adat tradisional sehingga menarik banyak pengunjung untuk melihat booth Indonesia dan berfoto bersama.  

Menurut Delores Thompson, Kepala Sekolah PSISD, festival tahunan ini merupakan bagian dari kegiatan sekolah untuk lebih mengenalkan  budaya dan kuliner internasional agar siswa lebih memahami kehidupan, diversifikasi, dan budaya dunia lainnya.

Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi, menyampaikan dukungan partisipasi Indonesia pada pelaksanaan festival guna mempromosikan budaya dan kuliner Nusantara, khususnya dalam rangka Peringatan HUT ke-40 hubungan diplomatik RI-Qatar.

Makanan sehat

Festival ini merupakan salah satu bentuk diplomasi kuliner hasil kerja sama antara ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan KBRI Doha dengan komunitas diaspora Indonesia di Qatar yang diperkirakan berjumlah sekitar 40.000 warga negara Indonesia.

Soraya Al Yahya, salah satu koordinator pameran, booth Indonesia selain menampilkan budaya dan berbagai kuliner, juga mempromosikan  tempe yang terbuat dari kacang kedelai.

"Promosi tempe menjadi ikon karena dianggap sebagai makanan sehat khas Indonesia yang mulai digandrungi komunitas mancanegara namun belum banyak mengetahui asal-usulnya," kata Dewi Wulandari yang mahir dalam membuat tempe. 

Tempe disajikan dengan lezat dan tampilan yang menarik oleh ibu-ibu komunitas diaspora.

Para pengunjung mendapatkan penjelasan tentang asal usul tempe dan proses pembuatannya  termasuk berbagai jenis tempe yang ada seperti tempe bacem, tempe bawang putih, dan tempe berger.

Pengunjung juga diajarkan bagaimana menjadikan tempe sebagai bahan dasar aneka makanan yang cocok disajikan dalam berbagai acara.

Tidak kalah dengan kuliner dari mancanegara,  tempe disajikan dengan rasa dan sajian yang menawan.

Salah seorang ekpatriat asal England, Smart, yang hadir dalam festival tersebut menyatakan sangat menyukai tempe karena enak.

Rasa tempe disebutnya sangat eksotis dan terasa sedap di lidah karena diberi bumbu. "Delicious," komentarnya ketika mencoba tempe itu.  

"Bangga bisa mempromosikan Indonesia di Qatar," imbuh Rosana salah satu koordinator stand Indonsia.

Demikian halnya dengan Utami dan Shinta, yang dikenal sebagai dua tokoh diaspora yang selalu antusias melayani dan berinteraksi memberikan pertanyaan kuis dengan pengunjung.  

Kuliner yang disajikan dalam festival antara lain berbagai kudapan yang disajikan berbagai rasa mie yang berasal dari sponsor, kue risol, tahu, bolu pelangi, bolu kukus, nasi tumpeng, lemper kroket,  dan kue tradisional lainnya. 

"Senang rasanya melihat tamu begitu menikmati lezatnya kuliner kita," ungkap Syaiful Bae, salah satu sponsor Indonesia untuk festival.

Komentar ekspatriat

"Delicious," komentar pengunjung yang sebagian besar siswa dan komunitas ekspatriat asing yang menghadiri acara festival.

"Tasty," ujar Luke, warga Swedia ketika ditanya pendapatnya dalam satu kata mengenai kuliner festival. 

Selama festival berlangsung, stand Indonesia selalu ramai dikunjungi karena mengadakan perlombaan kuis berhadiah.

Para pengunjung diberi berbagai pertanyaan mengenai budaya dan pariwisata Indonesia.

Pengunjung yang dapat menjawab  dengan benar memperoleh goody bag yang diperoleh dari sponsor yang dihias secara cantik dan menarik. Festival tahunan memperoleh liputan berbagai media Qatar antara lain Gulf Times, Gulf Tribune dan The Peninsula.   

Menurut Boy, sebagai makanan tradisional khas Indonesia, tempe dapat menjadi bagian dari diplomasi kuliner.

Namun sasaran akhir dalam festival, jelasnya lagi, lebih bertujuan guna mempromosikan pariwisata agar para siswa-siswi dan ekspatriat asing berkunjung ke Indonesia guna menghabiskan musim liburnya.

Editor : Pascal S Bin Saju