"Mengenaskan, 242 Jasad Berjejalan di Lubang Kuburan Massal" - Kompas.com

"Mengenaskan, 242 Jasad Berjejalan di Lubang Kuburan Massal"

Kompas.com - 17/03/2017, 06:42 WIB
SERGIO HERNANDEZ/AFP Keluarga korban dan petugas penyidik berkumpul di sisi lahan yang menjadi kuburan massal di pinggiran Kota Veracruz, Negara bagian Veracruz State, Meksiko, 16 Maret 2017. Setidaknya 242 mayat ditemukan di dalam 124 lubang.

COATZACOALCOS, KOMPAS.com - Petinggi kejaksaan di negara bagian Veracruz di Meksiko, menuduh pemerintah setempat terlibat dalam penguburan massal yang berisi setidaknya 242 mayat di wilayah itu.

Pemandangan mengerikan itu terungkap di lapangan terpencil di bagian timur negara bagian tersebut.

Kuburan massal tersebut diperkirakan telah dibuat selama enam bulan, sejak Agustus lalu.

Terungkapnya tempat ini berawal ketika seorang ibu mencari anaknya yang hilang yang menemukannya terkubur termpat tersembunyi itu.

Sejauh ini, para pakar dan peneliti yang terjun dalam kasus ini telah menemukan 242 kerangka manusia di dalam 124 liang lahad.

"Mustahil tak ada orang yang menyadari apa yang terjadi di sini, dengan kendaraan yang keluar masuk di sini," ungkap Jaksa Jorge Winckler Ortiz.

"Jika bukan pemerintah setempat yang terlibat, saya tak tahu lagi siapa lagi," ungkap dia kepada media, seperti dikutip AFP, Jumat (17/3/2017).

Dia mengutarakan pandangannya itu di lahan terbuka di luar kota pelabuhan Veracruz, di mana mayat-mayat tersebut ditemukan. 

Winckler mulai memegang jabatannya pada bulan Desember lalu, setelah Gubernur lama di negara bagian itu Javier Duarte de Ochoa, mengundurkan diri.

Duarte kini menjadi buronan untuk kasus dugaan penggelapan uang ratusan juta dollar AS.

Kejaksaan mengambil alih penanganan kasus kuburan massal tersebut, yang merupakan penemuan mengejutkan di Meksiko.

Meskipun, aksi saling bunuh di antara para anggota kartel narkoba di negara ini merupakan hal yang lazim terjadi.

Duarte mengatakan, penyidik membutuhkan waktu hingga Mei mendatang untuk menerima dana yang diperlukan guna menggelar tes DNA terhadap seluruh jasad. 

Lapangan di mana lokasi kuburan massal itu ditemukan, kini ditutupi dengan salib besi kecil oleh mereka yang merasa kehilangan anggota keluarganya. 

Dari 142 liang lahad, penyidik telah mengangkat 121 jasad, berdasarkan data terakhir pada 10 Maret 2017.  

"Mereka punya sebutan khusus untuk tempat ini, 'the reservoir' karena besarnya tempat ini," ungkap Winckler.

"Ini tempat yang sangat mengenaskan, di mana sangat banyak mayat yang ditemukan berjejalan di dalam lubang kubur," sambung dia lagi. 

Veracruz selama ini dikenal menjadi lokasi kekerasan berdarah di Meksiko.

Pertikaian paling terkenal di sana terjadi antara kartel narkoba the Los Zetas dan Jalisco Nueva Generacion.

Kendati demikian, kuburan massal bukan hal pertama di Meksiko. Di tempat lain di negeri itu, juga pernah ada kuburan massal yang berisi ratusan jasad.

Pada bulan Januari lalu, 56 mayat ditemukan di dalam kuburan massal di wilayah utara negara bagian Nuevo Leon.

Di kawasan itu kartel-kertel obat bius memegang kendali distribusi barang terlarang menuju AS. 

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X