Perempuan Muda Irlandia Diperkosa dan Dibunuh di India - Kompas.com

Perempuan Muda Irlandia Diperkosa dan Dibunuh di India

Kompas.com - 16/03/2017, 22:41 WIB
KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Ilustrasi

MUMBAI, KOMPAS.com – Polisi India, Kamis (16/3/2017), memastikan bahwa seorang perempuan muda Irlandia yang dibunuh di daerah wisata populer Goa juga telah diperkosa terlebih dahulu.

Danielle McLaughlin, gadis berusia 28 tahun, ditemukan tewas dalam kondisi telanjang di sebuah lapangan dekat pantai selatan, wilayah dengan panorama indah di India selatan.

"Kami telah mengirimkan jenazahnya untuk pemeriksaan post mortem. Laporan yang kami peroleh mengkonfirmasi bahwa Danielle diperkosa sebelum pembunuhan itu," Wakil Inspektur Polisi Goa, Sammy Tavares, mengatakan hal itu kepada Agence France-Presse.

Polisi telah menangkap seorang pria India berusia 23 tahun, Vikat Bhagat, dengan tuduhan pembunuhan terhadap McLaughlin, perempuan yang berasal dari Donegal, Irlandia utara.

"Selain dugaan pembunuhan, kami juga telah menduga dia juga melakukan pemerkosaan. Tersangka akan berada di tahanan polisi sampai dengan 22 Maret setelah itu ia akan dibawa ke pengadilan," kata Tavares.

McLaughlin awal pekan ini menghadiri perayaan festival musim semi Holi di pantai Palolem yang paling terkenal di Goa pada Senin malam.

Tubuh McLaughlin tampak memar dengan kondisi sudah tidak bernyawa ketika ditemukan beberapa kilometer di Canacona oleh petani, Selasa (14/3/2017).

Beberapa orang asing telah tewas di Goa selama lebih dari satu dekade terakhir, termasuk seorang siswi Inggris berusia 15 tahun, Scarlett Keeling.

Mayat siswi Inggris itu ditemukan dalam kondisi setengah telanjang di perairan dangkal di pantai yang sama pada tahun 2008.

Kematian seperti itu, banyak dalam keadaan yang mencurigakan atau akibat penyalahgunaan obat atau alkohol, telah merusak citra Goa sebagai surga wisata di India.

Pada September 2016, dua warga India dibebaskan dari tudingan tersangkut kasus perkosaan dan pembunuhan Keeling, yang kematiannya menjadi berita internasional.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X