Partai Anti-Islam Kalah dalam Pemilu Belanda, Eropa Merasa Lega - Kompas.com

Partai Anti-Islam Kalah dalam Pemilu Belanda, Eropa Merasa Lega

Kompas.com - 16/03/2017, 13:42 WIB
JOHN THYS / AFP PM Belanda Mark Rutte memberikan pidato setelah partainya VVD menjadi pemenang pemilu.

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Partai Kebebasan yang awalnya diduga akan meraup suara besar dalam pemilihan umum Belanda ternyata gagal menang.

Partai yang dikenal sangat anti-Islam ini ternyata hanya meraup 18 persen suara. Alhasil, Partai VVD pimpinan PM Mark Rutte keluar sebagai pemenang pemilu.

Hasil perhitungan awal menunjukkan PM Mark Rutte dengan partainya yang berhaluan kanan tengah akan memenangkan 31 dari 150 kursi.

Tiga partai diproyeksikan sama-sama meraup 19 kursi yaitu Partai Kebebasan (PVV) yang anti-imigrasi pimpinan Geert Wilders, Partai Kristen Demokrat dan D66.

Sebelumnya, partai pimpinan Wilders sempat unggul jauh dalam jajak pendapat, namun dukungan untuk mereka memudar dalam beberapa hari terakhir.

"Hari ini adalah pesta demokrasi. Rakyat Belanda telah mengatakan tidak untuk populisme yang salah," ujar Rutte merujuk pada partai populis PVV pimpinan Geert Wilders.

Partai VVD pimpinan PM Rutte telah kehilangan beberapa kursi sejak pemilu terakhir, dan kali ini mereka diperkirakan makin terpuruk akibat beralihnya dukungan kepada Partai Kebebasan Geert Wilders.

Namun hasil penghitungan awal ternyata menunjukkan sebaliknya.

Para pengamat beranggapan, partai-partai liberal dan pro-Uni Eropa diuntungkan oleh tingginya angka pemilih.

Partisipasi dalam pemilihan umum kali ini mencatat rekor tertinggi selama 30 tahun, dengan 81 persen pemilih datang ke berbagai TPS.

Dunia memantau Pemilu Belanda ini dengan seksama, sebagai indikasi bagaimana partai-partai populis anti-pendatang itu mendapat dukungan dalam pemilu di sejumlah negara Uni Eropa lain.

Perancis akan menyelenggarakan pemilihan presiden bulan depan, sementara Jerman akan mengadakan pemilihan umum pada bulan September.

Sehingga kemenangan partai pimpinan PM Rutte dan terpuruknya partai Geert Wilders disambut kelegaan para pemimpin Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel segera menelpon PM Rutte untuk mengucapkan selamat, sementara Perdana Menteri Luksemburg Xavier Bettel melakukannya lewat Twitter.

Martin Schulz, mantan presiden Parlemen Eropa mengatakan ia merasa lega karena partai pimpinan Wilders kalah dalam pemilu.

"Kita harus terus berjuang bagi Eropa yang bebas dan terbuka," kata Schulz lewat akun Twitternya.

Sedangkan Wilders sendiri, kendati kecewa memperingatkan bahwa dia tak akan surut dari dunia politik.

Ia sebelumnya mengatakan, revolusi patriotik akan dilanjutkan dan "jin ini tak akan kembali ke dalam botol".

Kendati menang, partai VVD pimpinan PM Rutte harus melakukan koalisi dengan partai lain untuk membentuk pemerintahan.

VVD telah mengesampingkan koalisi dengan Partai Kebebasan pimpinan Geert Wilders. VVD nampaknya akan mendekati partai Kristen Demokrat (CDA) dan Demokrat 66 (D66) yang keduanya pro-Uni Eropa.

CDA mengungkapkan kepuasan atas hasil pemilu dan menyatakan siap membantu membentuk koalisi. VVD membutuhkan setidaknya tiga partai lain sebelum dapat mengamankan kursi mayoritas.

Sehingga, partai-partai kecil lainnya akan bisa menjadi penentu terbentuknya pemerintahan baru.

Jajak pendapat menunjukkan Partai Kiri Hijau mendapatkan 16 kursi, melonjak jauh dari empat kursi dalam pemilu sebelumnya.

Partai Sosialis memperoleh 14 kursi, sementara partai kiri lain yang merupakan mitra koalisi VVD sebelumnya, Partai Buruh mengalami penurunan perolehan kursi dari 38 menjadi hanya sembilan.

Para analis mengatakan penurunan itu tampaknya disebabkan peran Partai Buruh dalam pemerintahan koalisi dalam membantu meloloskan langkah-langkah penghematan ekonomi.


EditorErvan Hardoko
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional

Close Ads X