Meski Sedang Hamil, Wanita Ini Kelilingi Tasmania Naik "Skateboard" - Kompas.com

Meski Sedang Hamil, Wanita Ini Kelilingi Tasmania Naik "Skateboard"

Kompas.com - 13/03/2017, 22:08 WIB
@SopheeSmiles/Australia Plus Sophee Southall dengan skateboardnya di sebuah daerah dekat kota Stanley, Tasmania.

HOBART, KOMPAS.com - Butuh keberanian besar untuk mengendarai skateboard sejauh ribuan kilometer, bahkan jika perjalanan itu melintasi kawasan dengan pemandangan paling indah di Tasmania.

Seorang blogger asal Brisbane, Sophee Southall, kembali ke kediamanya setelah melakukan perjalanan selama satu bulan mengelilingi Pulau Tasmania dengan menggunakan skateboard berukuran panjang yang dikenal dengan sebutan longboard.

Perjalanan berjudul 'Miles for Smiles' dilakukan untuk mengumpulkan uang untuk mendukung layanan kesehatan mental Beyondblue.

Dia memulai perjalanannya dari Hobart, berlanjut ke sepanjang pantai timur ke Launceston, menyeberang ke pantai barat laut dan kemudian kembali ke Hobart.

"Saya tertarik dengan menggunakan longboard karena permainan ini didominasi laki-laki, dan gagasan bahwa seorang perempuan menggunakannya, terutama karena saya sedang hamil lima bulan pada saat ini, benar-benar tidak masuk akal dan tidak biasa," katanya.

Sophee mengatakan, dia terinspirasi perjalanan serupa yang dilakuan seorang teman laki-lakinya dari Perth dan Brisbane.

"Fakta bahwa ada seorang pria melakukan perjalanan semacam itu, saya pikir, pasti perempuan bisa melakukan hal semacam ini juga," katanya.

Sophee juga terinspirasi film The Secret Life of Walter Mitty  yang dibintangi aktor Ben Stiller. Dalam film itu, sang karakter utama menggunakan skateboard untuk melintasi Greenland.

"Saya rasa, saya sempat menghabiskan dua jam untuk momen 'Walter Mitty' di sepanjang perjalanan ini, ketika semuanya berjalan lancar dan sesuai dengan yang saya bayangkan," katanya.

"Tiap momen lain adalah perjuangan tanpa henti di jalanan. Saya ingin menjadikan ini sebuah tantangan karena saya tahu perjalanan ini sebuah upaya membangun karakter dan akan menjadi sebuah petualangan dan itu tidak akan mudah," dia menegaskan.

Salah satu kesulitan yang dihadapi Sophee adalah keramaian lalu lintas, termasuk rel kereta api dan trotoar berpasir.

Sophee menggunakan papan trailer yang dilekatkan pada skateboard dengan menggunakan engsel, untuk membawa tenda dan barang-barang keperluannya sehari-hari.

Meski menghadapi sejumlah kesulitan, Sophee mengakui sepanjang perjalanan itu dia juga menemukan banyak hal istimewa.

"Saya harus mengakui Taman Nasional Freycinet sangat luar biasa menawan" katanya.

"Saya juga benar-benar menyukai Cradle Mountain, kawasan ini sangat dramatis dan merupakan lanskap yang menantang."

"Namun demikian, saya pikir kejutan besarnya adalah wilayah pantai barat laut. Saya tidak tahu seperti apa daerahnya," tambah dia. 

Dia mengatakan, seluruh perjalanannya memberinya banyak pengalaman yang membuat emosinya campur aduk.

"Anda tidak bisa melakukan hal-hal seperti itu dan tidak belajar banyak hal mengenai diri Anda," katanya.

"Ada masalah konstan yang bermunculan, dan saya pikir mungkin hal itu terjadi terutama karena saya sedang mengandung. Sungguh bagus saya bisa belajar bagaimana bertahan dengan kaki saya dan saya tidak membiarkan stres menguasai diri saya,” ujar dia.

Sophee menambahkan, dia ingin bayinya lahir dalam sebuah kehidupan penuh petualangan dengan pengetahuan bahwa seorang perempuan juga bisa melakukan hal-hal penuh tantangan.

"Bukan hanya seorang ayah yang bisa melakukan hal-hal yang seperti ini, perempuan juga bisa melakukan hal seperti itu. Dan itu penting bagi saya,” ujarnya penuh semangat.

EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM