Skandal Penyebaran Foto-foto Telanjang Perempuan Tentara AS Meluas - Kompas.com

Skandal Penyebaran Foto-foto Telanjang Perempuan Tentara AS Meluas

Kompas.com - 10/03/2017, 16:46 WIB
AFP/Getty Images .

KOMPAS.com - Para prajurit Amerika Serikat berbagi foto bugil prajurit perempuan rekan mereka secara online.

Hal ini terungkap, menyusul dilancarkannya penyelidikan oleh Angkatan Laut AS terhadap laporan pekan lalu, tentang disebarluaskannya foto telanjang prajurit perempuan.

Foto-foto itu menyebar di sebuah grup Facebook yang beranggotakan para anggota dan mantan anggota marinir.

Namun ternyata hal itu bukan hanya terjadi di Angkatan Laut.

BBC melihat sebuah forum di jejaring internet yang menunjukkan, para prajurit dari angkatan lain juga berbagi ratusan foto perempuan telanjang kepada sesama prajurit.

Pentagon mengatakan, tindakan semacam itu tidak sejalan dengan nilai-nilai yang ada.

Para serdadu lelaki menggunakan papan pesan di sebuah situs web anonim, Anon-IB untuk berbagi gambar telanjang rekan perempuan mereka.

Sering sekali terlebih dahulu diunggah foto prajurit perempuan itu dengan pakaian lengkap yang diambil dari halaman media sosial mereka. Lalu, mereka menanyakan apakah ada yang memiliki foto bugil orang tersebut.

Dalam percakapan itu digunakan istilah 'wins' sebagai kode foto telanjang.

Sesudah itu, akan ada yang mengunggah gambar telanjang prajurit perempuan dimaksud.

Mereka terkadang menayangkan foto itu dengan memberikan nama dan rincian lain dari prajurit perempuan itu, termasuk di mana mereka bertugas.

Tak lama kemudian akan muncul tanggapan-tangapan cabul terhadap unggahan itu.

Skandal ini awalnya terbatas pada sebuah grup Facebook bernama Marines United yang beranggotakan 30.000 orang.

Komandan Marinir AS menyebutnya sebagai hal yang memalukan.

"Marinir yang merendahkan sesama marinir, bukanlah tabiat seorang prajurit atau pasukan tempur sejati," kata Jenderal Robert Neller awal pekan ini.

Namun forum di Anon-IB tetap dapat diakses publik, dan menunjukkan bahwa praktek-praktek seperti itu meluas di kalangan militer.

"Baru saja mendengar (seorang prajurit perempuan) dan pacarnya (nama dihapus) putus hubungan," begitu komentar seorang pengguna anonim pada unggahan 19 Desember yang melibatkan personel di Pangkalan Angkatan Udara Offutt di Nebraska.

"Mungkin dia (pacarnya) akan memposting beberapa (gambar telanjang prajurit itu)."

Pada 12 September, pengguna lain menulis: "Ada wins (gambar telanjang) dari Wright-Patts? Saya mulai saja beberapa (gambar telanjang berikut ini)," tulisnya.

Wright-Patts mengacu pada pangkalan AU Wright-Patterson di Ohio.

Pengguna itu kemudian mengunggah gambar seorang perempuan berbikini, dan gambar telanjang dada. Kemudian, masih banyak gambar lebih eksplisit di sana.

Departemen Pertahanan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka telah mengeluarkan pedoman kebijakan untuk mencegah dan menangani pelecehan seksual, dan perpeloncoan.

"Kendati group Facebook Marines United telah ditutup, masih ada setidaknya setengah lusin grup atau situs sejenis," kata seorang perwira marinir kepada CBS News.

Komite Angkatan Bersenjata Senat dijadwalkan membahas masalah ini dalam sidang minggu depan.

Dinas Investigasi Pidana Angkatan Laut, (Naval Criminal Investigative Service NCIS) telah melancarkan penyelidikan, dan menyerukan agar orang-orang yang memiliki informasi tentang hal ini, datang kepada mereka.

Pada hari Rabu (8/3/2017), dua perempuan yang menyebut sebagai korban berbicara secara terbuka bersama pengacara mereka.

Mereka pun mendesak korban lain untuk maju melaporkan kasus mereka.

"Saya bisa mengatakan bahwa perilaku ini mengarah ke normalisasi pelecehan seksual dan bahkan kekerasan seksual," kata Erika Butner (23).

Dia bertugas di Marinir selama empat tahun hingga bulan Juni lalu.

Aktivitas Marines United pertama kali ditemukan oleh The War Horse, sebuah lembaga pemberitaan non-profit yang dijalankan oleh purnawirawan angkatan laut Thomas Brennan.

Sebagian foto telanjang yang diunggah itu diyakini diambil diam-diam, sebagian lagi foto yang diambil dengan kesadaran penuh perempuan itu, tapi diunggah tanpa izin.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X