Keselamatan 750.000 Warga Mosul Terancam Tembakan dan Bom - Kompas.com

Keselamatan 750.000 Warga Mosul Terancam Tembakan dan Bom

Kompas.com - 25/01/2017, 09:25 WIB
Reuters Warga distrik al-Zuhoor, Mosul, mengungsi untuk menghindari pertempuran antara pasukan Irak dan militan ISIS, 8 Januari 2017.

GENEVA, KOMPAS.com - Badan-badan kemanusiaan mengatakan bahwa mereka mencemaskan keselamatan 750.000 warga Mosul barat, Irak.

Sebab, pasukan Irak diperkirakan akan melancarkan serangan habis-habisan dalam beberapa pekan ini untuk merebut kembali kota itu dari kekuasaan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Pasukan Irak dikabarkan telah menguasai sepenuhnya Mosul timur 100 hari setelah dimulainya operasi militer untuk merebutnya dari ISIS.

Baghadad sekarang memusatkan perhatian pada upaya merebut kembali Mosul barat.

Pertempuran bakal berlangsung berat dan ini menimbulkan kecemasan di kalangan para pekerja kemanusiaan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, hampir separuh korban jiwa di Mosul adalah warga sipil.

Badan dunia itu memperingatkan bahwa warga yang terjebak dalam pertempuran di Mosul barat menghadapi beperapa risiko.

Dikatakan, mereka dapat tewas akibat tembakan atau ranjau, atau selagi digunakan sebagai perisai manusia.

Juru bicara Organisasi Internasional bagi Migrasi (IOM), Joel Millman mengatakan, pihaknya telah menerima informasi yang dapat dipercaya mengenai situasi yang sulit dan menakutkan bagi warga di Mosul barat.

"Kami tahu bahwa pompa-pompa air minum telah diserang dan hancur, sehingga ada kelangkaan parah air minum. Warga menggali sumur di kebun dalam upaya memperoleh air sedapat-dapatnya,” kata Millman.

Selain itu, pasokan pangan tidak cukup dan harga di pasar gelap melangit.

“Kami juga tahu bahwa orang membakar perkakas rumah tangga untuk masak atau menghangatkan ruangan karena tidak ada pasokan elpiji atau gas bahan bakar lain,” tutur Millman.

Sementara kantor PBB urusan HAM melaporkan, warga sipil di Mosul timur terus menjadi korban serangan militan, meskipun bagian kota ini sudah direbut kembali oleh pasukan Irak.

Juru bicara kantor PBB urusan HAM, Ravina Shamdasani, mengatakan, badan itu telah menerima banyak laporan mengenai jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil akibat tembakan artileri atau bom rakitan diri ISIS.

"Warga sipil tewas dan cedera akibat serangan bunuh diri dan penembak jitu ISIS, yang tampaknya menarget warga sipil dan rumah penduduk, dan juga bom-bom rakitan yang ditinggalkan militan ISIS selagi mundur dari kawasan-kawasan ini,” kata Shamdasani.

Menurut dia, ISIS terus menyerang warga yang lari atau menyingkir dari wilayah yang mereka kuasai. Serangan pada Selasa (24/1/2015) melukai seorang warga sehingga kehilangan lengannya.

Serangan-serangan udara di Mosul terus menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil, meskipun sulit untuk memverifikasi berapa jumlah penduduk yang telah tewas atau cedera.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM