NATO Pertahankan Keputusan Tak Kirim Pasukan ke Suriah - Kompas.com

NATO Pertahankan Keputusan Tak Kirim Pasukan ke Suriah

Kompas.com - 18/12/2016, 17:50 WIB
Shutterstock Bendera Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

BERLIN, KOMPAS.com - Pemimpin NATO Jens Stoltenberg, Minggu (18/12/2016), mempertahankan keputusan pakta pertahanan karena tidak terlibat langsung dalam perang di Suriah.

Stoltenberg menegaskan, jika NATO terlibat langsung maka justru akan memperparah situasi bukan memperbaikinya.

Semua anggota NATO kini bergabung dalam koalisi pimpinan AS yang melakukan serangan udara terhadap ISIS, tetapi NATO tidak mengirim pasukan darat ke Suriah.

"Kita sudah menyaksikan bencana kemanusiaan yang mengerikan di Suriah. Terkadang mengerahkan kekuatan militer adalah keputusan tepat, seperti di Afganistan," ujar Stoltenberg kepada harian Bild am Sontag.

"Namun, terkadang kerugian operasi militer terlalu tinggi dibanding keuntungannya," tambah dia.

"Lihatlah Suriah, negara-negara anggota NATO memutuskan bahwa pengerahan pasukan darat akan membuat situasi lebih buruk," dia menegaskan.

Stoltenberg menambahkan, keberadaan NATO akan meningkatka risiko memperbesar konflik Suriah menjadi konflik regional.

"Atau membuat semakin banyak warga sipil tewas. Pengerahan pasukan militer tak selalu menjadi sebuah solusi," Stoltenberg memperingatkan.

Negara-negara Barat saat ini menuai kecaman dari banyak pihak karena dianggap gagal mencegah terjadinya bencana kemanusiaan di Suriah.

Di saat warga Aleppo terperangkap di dalam kota menanti evakuasi digelar kembali, DK PBB baru akan mengambil suara terkait pengiriman pemantau ke Aleppo.

Perancis mendesak adanya tim pengawas, karena menganggap kehadiran dunia internasional akan mencegah terjadinya Srebrenica kedua.

Pada 1995, ribuan pria dan anak laki-laki Bosnia dibantai saat kota Srebrenica jatuh ke tangan pasukan Serbia-Bosnia di saat Perang Balkan berkecamuk.

EditorErvan Hardoko
SumberAFP
Komentar