Pengungsi Rohingya Ditolak Banglades - Kompas.com

Pengungsi Rohingya Ditolak Banglades

Kompas.com - 12/12/2016, 09:34 WIB
Reuters Para pengungsi Rohingya yang memasuki Banglades untuk menghindari kekerasan di Rakhine, Myanmar, Senin (21/11/2016).

DHAKA, KOMPAS.com — Penjaga perbatasan Banglades mengatakan, mereka terpaksa mengusir setidaknya 13 perahu yang membawa sejumlah pengungsi etnik Rohingya dari Myanmar.

Para pengungsi dikembalikan ke wilayah perairan Myanmar setelah dicegat di sungai yang memisahkan antara Myanmar dan Banglades.

Banglades memperketat pengamanan di perbatasan untuk mencegah membanjirnya etnik Rohingya.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan, lebih dari 10.000 orang Rohingya telah meninggalkan Myanmar selama beberapa pekan terakhir.

Mereka melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine, tempat militer melancarkan operasi terhadap para pemberontak.

Operasi dilancarkan setelah penembakan sembilan penjaga pos perbatasan di Maungdaw, Rakhine, Myanmar, yang berbatasan dengan Banglades, Oktober lalu.

Pihak berwenang berpendapat, kelompok militan Rohingya melakukan serangan tersebut.

Otoritas Myanmar lantas melancarkan operasi militer besar di Negara Bagian Rakhine, yang menurut sejumlah aktivis, merupakan penghukuman secara kolektif atas semua orang Rohingya.

Operasi militer ini dilaporkan sangat berdampak buruk bagi penduduk sipil.

Rohingya tidak diakui sebagai warga negara oleh Myanmar, tetapi sebagai pendatang gelap dari Banglades meskipun dari generasi ke generasi mereka sudah tinggal di Rakhine.

Kompas TV Kisah Bocah Rohingya Hidup Tanpa Orangtua

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorKrisiandi
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM